Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Musim Panas di Yunnan Genjot Pertumbuhan Pariwisata Tiongkok

📅 Rabu, 23 Jul 2025, 16:47 WIB | Oleh:
Musim Panas di Yunnan Genjot Pertumbuhan Pariwisata Tiongkok Doc: Xinhua/Chen Xinbo
Ket. Wisatawan menikmati pemandangan Danau Fuxian di Kota Yuxi, Provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya, pada 16 Juli 2025. Keindahan Danau Fuxian di musim panas telah menarik wisatawan dari seluruh negeri.

KUNMING - Di guesthouse miliknya di Kunming, Provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya, Zhang Cheng membersihkan meja dapur untuk bersiap menyambut gelombang kedatangan tamu berikutnya, seiring negara itu memasuki migrasi musim panas dataran tinggi. Musim migrasi tersebut berlangsung bukan hanya dalam hitungan hari, melainkan dalam hitungan bulan.

"Sejak memasuki musim panas, kami hampir tidak ada kamar kosong," ujarnya. Arus tamu yang terus berdatangan dari daerah sekitar yang berhawa panas, seperti Sichuan dan Chongqing, menggantikan pasang surut arus wisatawan yang biasanya datang di ibu kota Provinsi Yunnan itu.

Saat cuaca panas menyengat menyelimuti sebagian besar kawasan Tiongkok, provinsi Yunnan dan Guizhou mengalami suhu musim panas rata-rata 15 hingga 21 derajat Celsius. "Penginapan-penginapan sejuk di musim panas" pun mengalami lonjakan tamu di musim tersebut.

Yunnan sendiri menerima 2,8 juta wisatawan jangka panjang pada paruh pertama 2025, meningkat 45,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Para wisatawan ini rata-rata menginap selama 91 hari, atau 11 hari lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya.

Di Qujing, sebuah kota di Provinsi Yunnan yang terkenal dengan cuaca musim panas nan sejuk, perusahaan-perusahaan seperti Licheng Residential Leasing menyulap rumah-rumah kosong menjadi hunian yang terawat. Pada musim panas kali ini, Licheng menyediakan lebih dari 100 tempat tidur dan akomodasi tiga kali makan sehari bagi para tamu di rumah-rumah hunian kontrakan di komunitas Niujie di kota tersebut. Sejauh ini, Niujie telah melayani lebih dari 200 tamu.

Kalangan pakar industri meyakini bahwa pariwisata tradisional sering kali menyalurkan pengeluaran untuk transportasi dan tiket, sehingga membatasi manfaat ekonomi lokal, sedangkan pariwisata yang melibatkan warga lokal membuat pembelanjaan wisatawan meningkat di tengah masyarakat.

Di Qujing, misalnya, wisata kuliner menyumbang 40 persen dari pengeluaran wisatawan jangka panjang, jauh melebihi angka wisatawan jangka pendek yang biasanya menyumbang 10 persen. Kota ini menyambut 2 juta wisatawan jangka panjang pada musim panas tahun lalu, dengan puncaknya mencapai 270.000 pengunjung setiap hari, menghasilkan pendapatan sebesar 23,6 miliar yuan (1 yuan = Rp2.275) atau sekitar 3,3 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp16.330).

Dengan memanfaatkan taman hutan nasionalnya, wilayah Xishui di Provinsi Guizhou telah mengembangkan 28 proyek hunian musim panas di enam kota, yang kini menampung 36.000 rumah tangga, sebagian besar berasal dari provinsi lain. Sejak Juni, hotel dan homestay di wilayah itu melaporkan puncak kedatangan wisatawan.

Dai Bin, kepala Akademi Pariwisata Tiongkok, menyoroti pergeseran model pariwisata "dari sekadar memanfaatkan iklim sejuk menjadi mengintegrasikan budaya, kesehatan, dan pembelajaran." Dia mencontohkan anak-anak yang bergabung bersama para jagawana dalam kegiatan mengidentifikasi tumbuh-tumbuhan dalam program perkemahan bertema ilmu pengetahuan alam, sementara para orang tua diajak mempelajari kerajinan lokal. Contoh lain di Dali, Provinsi Yunnan, terdapat model pariwisata yang menggabungkan udara sejuk dengan penyembuhan holistik melalui kegiatan yoga di tengah hutan.

Menyadari potensi tersebut, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok pada 2023 mengeluarkan pedoman untuk meningkatkan pariwisata musim panas, sambil menggalakkan produk dan infrastruktur yang lebih baik.

Menurut Rao Xiangbi, selaku wakil direktur departemen kebudayaan dan pariwisata Yunnan, wisatawan jangka panjang kini banyak berasal tidak hanya dari provinsi sekitar, seperti Sichuan dan Chongqing, tetapi juga dari Guangdong, Zhejiang, dan bahkan Provinsi Heilongjiang yang paling utara di Tiongkok, dengan lebih dari 80 persen wisatawan merupakan pelancong muda dan setengah baya.

Para pakar dari Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berpendapat bahwa pariwisata yang beradaptasi terhadap iklim seperti itu merupakan kebutuhan yang terus berkembang di dunia, dan siap menjadi tren penentu masa depan seiring meningkatnya perubahan iklim. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.