Tour de France Lewat 4 Tanjakan Brutal
📅 Senin, 21 Jul 2025, 06:53 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: Loic VENANCE/AFP
PYRENEES, PRANCIS – Pembalap sepeda asal Belanda Thymen Arensman tampil impresif menaklukkan kabut dan tanjakan di Pyrenees untuk meraih kemenangan dramatis di etape ke-14 Tour de France, Sabtu (19/7) sore waktu setempat. Sedangkan Tadej Pogacar kembali menunjukkan dominasinya dengan memperlebar keunggulan atas Jonas Vingegaard dalam perebutan klasemen umum.
Etape sejauh 151,9 km yang melewati empat tanjakan brutal di pegunungan menjadi panggung pertunjukan kekuatan fisik dan mental. Drama terjadi sejak pendakian pertama di Col du Tourmalet (2.180 m), ketika Remco Evenepoel, peraih dua emas Olimpiade dan penghuni posisi tiga klasemen, secara mengejutkan mundur dari lomba.
“Saya tahu sejak pagi kaki kosong. Di tanjakan, benar-benar tidak punya tenaga,” ujar Evenepoel. Sebelumnya dia menang time trial etape kelima dan sempat nyaris mengenakan jersey kuning andai tidak melakukan kesalahan di hari pembuka.
Arensman, pembalap 25 tahun asal Belanda dari tim Ineos Grenadiers, melesat di tanjakan ketiga dan perlahan menjauh, memanfaatkan kekacauan di kelompok utama. Di tengah kabut tebal yang membatasi jarak pandang hanya 20 meter, dia mencapai garis finis di Plateau de Beille (1.840 m). Dia unggul satu menit lebih dari para pesaingnya.
“Rasanya luar biasa. Saya hanya ingin masuk breakaway. Untungnya kaki sangat kuat kali ini,” ujar Arensman. Dia langsung tergeletak kelelahan di aspal setelah menyentuh finis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di belakangnya, pertarungan seru terjadi antara Pogacar dan Vingegaard. Meski pemimpin klasemen itu tidak melakukan serangan besar, tetap mempertegas statusnya lewat sprint pendek di 50 meter terakhir, unggul beberapa detik atas Vingegaard.
Tambahan waktu itu membuat Pogacar,juara Tour de France 2020, 2021, dan 2024,kini unggul 4 menit 13 detik dari Vingegaard. Florian Lipowitz, pembalap muda Jerman dari tim Red Bull-Bora, naik ke peringkat tiga dengan selisih 7 menit 53 detik dan sekaligus merebut jersey putih pembalap muda terbaik.
“Saya datang ke Tour tanpa ekspektasi apa pun. Sekarang memegang jersey putih adalah bonus besar,” ujar Lipowitz, yang tinggi menjulang (193 cm) dan berasal dari dunia olahraga musim dingin biathlon.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pogacar memuji performa Arensman sebagai yang terbaik. “Itu salah satu aksi terbaik Tour. Saya berada di belakangnya saat menuruni Tourmalet. Dia menghilang begitu saja ke dalam kabut,” ujarnya.
Ben Healy dari Irlandia kembali ke posisi sembilan besar setelah sempat terpuruk di awal pendakian, namun bertahan bersama grup Pogacar sepanjang etape. Sementara itu, pembalap Prancis Lenny Martinez memimpin tiga tanjakan pertama dan merebut jersey polkadot sebagai raja tanjakan.
Setelah tiga hari brutal di Pyrenees, para peserta akan menghadapi etape ke-15 yang berbukit sepanjang 169,3 km dari Muret menuju kota bersejarah Carcassonne. ben/AFP/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!