Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PHK 1.200 Karyawan, Smelter Huadi Tutup Jalur Produksi! Buruh Terkatung Tanpa Jaminan

📅 Sabtu, 19 Jul 2025, 20:25 WIB | Oleh:
PHK 1.200 Karyawan, Smelter Huadi Tutup Jalur Produksi! Buruh Terkatung Tanpa Jaminan Doc: PT Huadi Nickel Alloy Indonesia

Bantaeng – Isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal kembali mencuat di Kawasan Industri Bantaeng (KIBA), Sulsel. Kali ini korbannya adalah 1.200 pekerja dari PT?Huadi Nickel Alloy Indonesia (HNAI) dan tiga anak usahanya yakni PT?Huadi Wuzhou Nickel Industry, PT?Huadi Yatai Nickel Industry, serta satu unit lain yang semuanya bergerak di sektor hilirisasi nikel.

Kronologi PHK dan Keluhan Pekerja

Serikat Buruh Industri Pertambangan dan Energi (SBIPE) Bantaeng melaporkan bahwa sejak akhir 2024 hingga pertengahan Juli 2025, pekerja mengalami beragam bentuk “pemutusan sepihak”, 350 orang dipecat tanpa pemberitahuan tertulis pada 1 Juli, sisanya diberi memo sejak 15 Juli. Mereka pun dirumahkan tanpa kejelasan waktu panggilan kembali maupun dasar hukum.

Lebih menguatkan protes, SBIPE juga menyoroti ketidakpatuhan perusahaan terhadap Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulsel serta pelanggaran hak lembur yang telah berlangsung lama. UMP Sulsel 2025 ditetapkan Rp?3.657.527, tapi perusahaan disebut mencicil gaji pokok berdasarkan jam kerja, yang menyebabkan gaji di bawah upah minimum.

Pelanggaran Berlapis

Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) ikut angkat suara, menyebut sekitar 1.900 pekerja terdampak pelanggaran peraturan ketenagakerjaan sejak 2018. Skema PHK sepihak atau “break” yang disebut manajemen menyebabkan buruh dirumahkan tanpa jaminan penghasilan dan kepastian kapan kembali bekerja. Bahkan, hak cuti hamil untuk pekerja wanita juga dilanggar.

Gelombang Aksi Protes dan Respons Resmi

Sebagai bentuk penolakan, buruh melakukan aksi blokade sejak 14–20 Juli, menutup akses ke pabrik sebagai tekanan agar masalah diusut tuntas. SBIPE juga melaporkan perusahaan ke Polres Bantaeng atas dugaan tindak pidana ketenagakerjaan, terkait upah lembur dan jam kerja ekstrem hingga 12 jam per hari.

Manajemen PT Huadi membantah keras tuduhan tersebut dan menyebut laporan serikat sebagai berita hoaks. Mereka menyatakan akan menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkannya.

Penekanan pada Kondisi Industri dan Dampak Ekonomi

Krisis ini ia tak lepas dari tekanan global pada industri smelter nikel. Banyak smelter berbasis RKEF yang menghentikan operasional atau mengurangi penerapan margin rendah karena harga stainless-steel dan biaya produksi yang tinggi. Huadi termasuk satu dari empat smelter besar yang menghentikan sebagian lini produksi.

Jalan Pasca PHK

PHK ini bukan sekadar soal efisiensi, tetapi menjadi cerminan ketegangan struktural di industri padat modal. Bagi buruh, ini berarti kehilangan mata pencaharian tanpa kepastian. Bagi perusahaan, tekanan biaya operasional dan harga nikel turun menjadi jawaban. Kini, proses hukum, mediasi bipartit/tripartit, hingga intervensi pemerintah daerah akan menentukan nasib 1.200 hingga 1.900 pekerja Huadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand
    Preview komentar:
    skuad "gajah perang" sepertinya unggul, mrk diuntungkan sbg ...
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Advertisement
hut ri 81

PT KAI Targetkan 1,4 Miliar Pelanggan per Tahun

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI Targetkan 1,4 Miliar...
Advertisement
hut ri 81
Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.