Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tarif AS Turun Jadi 19 Persen, Gapmmi: Pemerintah Lindungi Industri Dalam Negeri

📅 Jumat, 18 Jul 2025, 09:20 WIB | Oleh:
Tarif AS Turun Jadi 19 Persen, Gapmmi: Pemerintah Lindungi Industri Dalam Negeri Doc: ANTARA
Ket. Kegiatan menggiling kopi di Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Industri dan Penyegar, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (9/5/2025).

JAKARTA - Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) menilai negosiasi tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berhasil ditekan menjadi 19 persen terhadap semua produk asal Indonesia, menunjukkan komitmen pemerintah melindungi industri dan daya saing ekspor nasional.

"Keputusan ini merupakan hasil dari diplomasi ekonomi yang strategis dan menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam melindungi dan memperkuat daya saing industri nasional di pasar global," kata Ketua Umum Gapmmi Adhi S. Lukman dalam keterangan di Jakarta, Jumat (18/7).

Gapmmi mengapresiasi Pemerintah Republik Indonesia yang dipimpin langsung oleh Kepala Negara dan didukung hasil kerja keras Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai ketua tim negosiasi, atas keberhasilan dalam melakukan negosiasi dagang dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS).

Kerja keras itu terbukti menghasilkan penurunan tarif impor produk Indonesia menjadi 19 persen dari rencana awal sebesar 32 persen.

Menurutnya penurunan tarif tersebut memberikan angin segar bagi pelaku industri makanan dan minuman Indonesia, yang selama ini menjadi salah satu sektor unggulan ekspor non-migas.

Ia menuturkan makanan dan minuman merupakan sektor unggulan ekspor non-migas Indonesia yang menyumbang kontribusi sekitar 8 persen dari total ekspor ke Amerika Serikat, utamanya didominasi produk pertanian dan perkebunan.

“Kami menyambut baik hasil kesepakatan ini," tuturnya.

Lebih lanjut, hal itu merupakan langkah konkret yang akan membantu menjaga keberlanjutan ekspor produk makanan dan minuman Indonesia ke pasar Amerika Serikat, serta mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Meski begitu, Adhi berharap Pemerintah Indonesia melindungi pelaku usaha yang telah berinvestasi di Indonesia dan proses implementasi dari kesepakatan ini dapat berjalan sesuai harapan dan segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah teknis yang mendukung kelancaran ekspor.

"Gappmi siap berkolaborasi dengan pemerintah dalam memastikan industri makanan dan minuman Indonesia terus tumbuh dan berdaya saing tinggi di pasar internasional," kata Adhi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.