Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Menguat Didukung Sikap Dovish The Fed

📅 Jumat, 18 Jul 2025, 16:45 WIB | Oleh:
Rupiah Menguat Didukung Sikap Dovish The Fed Doc: Getty Images

JAKARTA— Nilai tukar rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) setelah pernyataan dovish yang disampaikan oleh salah satu pejabat Federal Reserve, Christopher Waller. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyatakan pelemahan dolar AS membuka peluang bagi penguatan rupiah.

“Hari ini, rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah akibat pernyataan 'dovish' dari 'The Fed Waller' yang menginginkan penurunan suku bunga segera, kemungkinan bulan ini,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat, 18 Juli 2025.

Waller menekankan bahwa kebijakan tarif di Amerika Serikat tidak akan sepenuhnya dibebankan kepada konsumen. Ia juga memperkirakan bahwa data ketenagakerjaan akan melemah dalam waktu dekat, sehingga membuka peluang bagi penurunan suku bunga sebanyak dua kali hingga akhir tahun.

Menurutnya, pemangkasan suku bunga itu kemungkinan akan dilakukan dalam dua tahap, masing-masing sebesar 25 basis poin (bps). Waller pun menilai langkah tersebut penting untuk menjaga momentum ekonomi AS di tengah berbagai tekanan global.

Nilai tukar dolar AS sebelumnya sempat mengalami penguatan pada Kamis malam, 17 Juli, setelah rilis data ekonomi AS. Data klaim pengangguran tercatat sebesar 221.000, lebih rendah dari perkiraan pasar yang sebesar 235.000. Selain itu, penjualan ritel juga meningkat 0,6 persen, jauh melebihi proyeksi sebesar 0,1 persen.

Sebaiknya Anda baca juga:

“Namun, sikap 'dovish' Waller membalikkan tekanan terhadap dolar AS,” kata Lukman. Ia menilai pernyataan tersebut langsung direspons pasar dengan melemahnya nilai dolar terhadap beberapa mata uang utama, termasuk rupiah.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.250 hingga Rp16.400 per dolar AS. Menurutnya, tren penguatan bisa berlanjut apabila sentimen pasar terhadap kebijakan The Fed tetap positif.

Pada pembukaan perdagangan Jumat pagi di Jakarta, rupiah tercatat menguat 34 poin atau 0,20 persen menjadi Rp16.307 per dolar AS. Sebelumnya, nilai tukar rupiah berada di level Rp16.341 per dolar AS.

Penguatan ini memberikan sinyal positif bagi stabilitas nilai tukar dalam jangka pendek, meski tetap bergantung pada dinamika global dan respons pasar terhadap kebijakan moneter AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.