Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investigasi: Kapten Air India Dilaporkan Matikan Sakelar Bahan Bakar

📅 Jumat, 18 Jul 2025, 16:42 WIB | Oleh:
Investigasi: Kapten Air India Dilaporkan Matikan Sakelar Bahan Bakar Doc: AFP/ENCA
Ket. Pesawat Air India. Laporan awal otoritas India belum menyimpulkan apa pun mengenai penyebab kecelakaan atau alasan sakelar bahan bakar dimatikan.

ISTANBUL - Rekaman kotak hitam mengungkap bahwa kapten pesawat Air India yang jatuh bulan lalu dan menewaskan 261 orang, mematikan sakelar bahan bakar setelah lepas landas dari negara bagian Gujarat, India.

Kopilot yang menerbangkan pesawat Boeing 787 Dreamliner mempertanyakan keputusan kapten yang lebih berpengalaman tersebut saat memindahkan sakelar ke posisi cutoff atau mati setelah lepas landas, menurut Wall Street Journal pada Kamis (17/7) yang mengutip penilaian awal dari pejabat AS yang terlibat dalam penyelidikan.

Kopilot disebut terkejut dan panik selama insiden tersebut, sementara sang kapten tetap tenang, menurut laporan penyelidikan.

Kecelakaan pada 12 Juni itu melibatkan 242 orang di dalam pesawat dan hanya satu orang yang selamat setelah melompat dari pesawat. Para penumpang terdiri dari 169 warga negara India, 53 warga negara Inggris, tujuh warga Portugal, dan satu warga Kanada. Kecelakaan itu juga menyebabkan 19 orang tewas setelah pesawat mendarat.

Pesawat dioperasikan oleh pilot veteran Kapten Sumeet Sabharwal dan Kopilot Clive Kunder.

Pilot AS yang meninjau laporan tersebut menyatakan bahwa Kunder, yang secara aktif menerbangkan pesawat, kemungkinan sedang fokus dengan kontrol penerbangan, sementara Kapten Sabharwal yang mengawasi memiliki kebebasan untuk memanipulasi sakelar.

Laporan tersebut menyebut sakelar dimatikan dengan selisih satu detik dan dinyalakan kembali sekitar sepuluh detik kemudian. Tak lama setelah itu, pesawat jatuh di dekat Bandara Ahmedabad.

Namun, Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India (AAIB) pada Kamis mengimbau agar publik tidak menarik kesimpulan dari laporan yang selektif dan belum terverifikasi.

“Kami mendesak masyarakat dan media untuk tidak menyebarkan narasi prematur yang berisiko merusak integritas proses investigasi,” kata pernyataan AAIB.

Menyatakan bahwa investigasi masih belum selesai, badan itu mengatakan: “Laporan akhir akan keluar dengan penyebab utama dan rekomendasi.”

Laporan awal otoritas India belum menyimpulkan apa pun mengenai penyebab kecelakaan atau alasan sakelar bahan bakar dimatikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.