Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkeu Terus Pangkas Anggaran, Pelayanan Publik Jadi Korban?

📅 Selasa, 15 Jul 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenkeu Terus Pangkas Anggaran, Pelayanan Publik Jadi Korban? Doc: istimewa
Ket. Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara mengatakan efisiensi di lingkup Kemenkeu sebenarnya telah dilakukan sejak pandemi Covid-19.

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berkomitmen melanjutkan kebijakan efisiensi anggaran di lingkup kementeriannya pada tahun anggaran 2026.

Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara mengatakan efisiensi di lingkup Kemenkeu sebenarnya telah dilakukan sejak pandemi Covid-19. Adapun Kemenkeu mencatat telah melakukan penghematan anggaran senilai 2,82 triliun rupiah selama 2020-2024.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, di Jakarta Senin (14/7), Suahasil menjelaskan bahwa efisiensi dilakukan melalui berbagai pendekatan, seperti implementasi e-perjadin (perjalanan dinas elektronik), konsolidasi kegiatan kehumasan, serta standardisasi harga dan biaya output. Bahkan, pengadaan kudapan rapat pun turut ditekan.

Menurutnya, kebijakan efisiensi ini telah berhasil menciptakan sistem yang lebih efektif lewat digitalisasi hingga mengendalikan belanja birokrasi.

“Komitmen dari pimpinan Kementerian Keuangan adalah untuk terus melanjutkan efisiensi, hal-hal yang sudah bisa kita lakukan secara efisien pada periode Covid-19, kita lanjutkan ke depan tanpa memengaruhi output,” ujar Suahasil.

Selain pandemi, lanjut Wamenkeu, dorongan efisiensi juga dilakukan melalui terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025. Aturan tersebut menekankan efisiensi belanja pegawai, operasional kantor, serta pemanfaatan fasilitas secara bersama dan hemat.

“Di dalam Inpres 1 tahun 2025 efisiensi yang di Kementerian Keuangan (tahun anggaran 2025) kita sebesar Rp8,9 triliun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Suahasil mengatakan untuk tahun anggaran 2026 Kemenkeu akan memperluas cakupan efisiensi melalui beberapa upaya, antara lain standarisasi harga satuan/kegiatan, pengendalian belanja birokrasi yang lebih luas, serta penerapan konsep smart office.

Adapun Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tahun 2025 terkena efisiensi sebesar Rp8,9 triliun sebagai bagian dari kebijakan efisiensi belanja negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Daerah
BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susu...
Nasional
DPR Dorong Pemerintah Buka ...
Megapolitan
Parkir Rp60.000 per Jam Bik...
Megapolitan
Nasib 193 Pedagang Ikan Kra...
Megapolitan
Pedagang Ikan Pasar Kramat ...
Daerah
Kabut asap batasi jarak pan...
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.