Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

3.600 Peserta JKN Kota Madiun Nonaktif setelah Migrasi DTKS ke DTSEN

📅 Selasa, 15 Jul 2025, 22:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
3.600 Peserta JKN Kota Madiun Nonaktif setelah Migrasi DTKS ke DTSEN Doc: ANTARA
Ket. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun Wahyu Dyah Puspitasari di Madiun.

MADIUN – BPJS Kesehatan Cabang Madiun mencatat sekitar 3.600 peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) nonaktif setelah terjadi migrasi sistem dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, di Madiun, Selasa (15/7), mengatakan penonaktifan sekitar 3.600 jiwa tersebut merupakan kebijakan pemerintah melalui Kementerian Sosial RI.

"Sekitar 3.600 peserta ini sudah tidak lagi dibiayai pemerintah pusat melalui APBN karena sudah tidak masuk DTKS, sehingga harus membayar secara mandiri," ujarnya.

Menyikapi hal itu, Wali Kota Madiun Maidi menginstruksikan agar 3.600 peserta tersebut dapat dibiayai dari APBD Pemkot Madiun melalui program kesehatan yang selama ini sudah berjalan, yaitu Universal Health Coverage (UHC).

Melalui program UHC, Pemkot Madiun memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh warga Kota Madiun lewat BPJS Kesehatan. Adapun jaminan kesehatan yang diberikan setara dengan BPJS Kesehatan kelas III. Sedangkan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan Kelas I dan II bisa mengajukan kepesertaan secara mandiri.

"Ada warga yang belum terlindungi maka itu harus kami cover. Kami selesaikan," katanya.

Meski begitu, Wali Kota Maidi mengimbau OPD agar memverifikasi lagi terhadap 3.600 warga tersebut. Sehingga, dipastikan penerima bantuan benar-benar orang yang membutuhkan.

Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan sebanyak 7,39 juta peserta PBI JKN dinonaktifkan karena tidak tercatat dalam DTSEN dan dinilai sudah sejahtera.

Penonaktifan ribuan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan tersebut dilakukan oleh Kementerian Sosial RI berdasarkan hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan pencocokan dengan data kependudukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Perum Bulog: Realisasi Bant...
Megapolitan
Pemkot Jakarta Timur Perbai...
Nasional
PT Pertamina Patra Niaga Do...
Megapolitan
PWI Jaya Gelar OKK Peningka...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
BMKG: 8 Wilayah di Sulawesi Utara Masih Siaga Tsunami Usai Gempa M7,7

BMKG: 8 Wilayah di Sulawesi Utara Masih Siaga Tsunami Usai Gempa M7,7

08 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.