Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menhub : Operasional Pelabuhan Baai Berangsur Normal

📅 Senin, 14 Jul 2025, 20:20 WIB | Oleh:
Menhub : Operasional Pelabuhan Baai Berangsur Normal Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan operasional Pelabuhan Baai, Bengkulu, secara berangsur-angsur menuju kondisi normal, dengan adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayaran Alur Terbatas di kawasan tersebut serta berbagai upaya percepatan normalisasi alur pelayaran kawasan tersebut. Hal ini dilakukan mengingat sejumlah kapal telah kembali melintas di alur pelayaran.

"Kami berkomitmen untuk mempercepat normalisasi pelayaran di kawasan Pelabuhan Baai, Bengkulu, demi kepentingan masyarakat dan dunia usaha di Bengkulu, khususnya juga untuk konektivitas Pulau Enggano. Kami telah melakukan sejumlah upaya untuk percepatan normalisasi ini," ujar Dudy, Senin (14/7)

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melaksanakan survei hidrografi untuk memastikan keamanan kedalaman alur bagi kapal-kapal yang akan beroperasi di Pelabuhan Pulau Baai.

Kegiatan ini dilakukan oleh KSOP Kelas III Pulau Baai bersama Distrik Navigasi Teluk Bayur, PT Pelindo Regional 2 Bengkulu, dan PT Rukindo sebagai bagian dari mitigasi keselamatan pelayaran. Pasalnya, sejumlah kapal telah melintas keluar dan masuk di alur pelayaran Pelabuhan Baai.

"Sejak alur pelayaran dibuka pada 8 Juli hingga 13 Juli 2025 telah ada sebanyak 39 aktivitas kapal, baik yang keluar maupun masuk ke Pelabuhan Baai. Termasuk di dalamnya aktivitas 12 kapal dari 17 kapal yang sebelumnya sempat tertahan sudah berhasil keluar dari Pelabuhan Baai," jelas Dudy.

Menhub menyampaikan alur kapal akan dikonsentrasikan untuk memenuhi kebutuhan logistik ke Pulau Enggano. Di antaranya, kapal pengangkut sembako, ikan, hingga bahan bakar minyak (BBM) demi memenuhi kebutuhan masyarakat setempat serta menggerakkan kembali perekonomian masyarakat di Pulau Enggano.

Sementara itu, proses pengerukan di kawasan laut tetap dilakukan. Pengerukan laut ini sangat diperlukan agar alur pelayaran pelabuhan kembali dapat dilintasi kapal besar secara optimal, terutama setelah mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.

Meski kegiatan pengerukan dilakukan, alur pelayaran terbatas tetap terbuka, sehingga kapal-kapal bisa keluar masuk pelabuhan. Kapal pemandu juga akan tetap beroperasi sampai beberapa bulan ke depan.

“Kami memastikan pemanduan kapal tetap dilakukan dengan pengawasan ketat dan berkoordinasi lintas instansi. Saya mengimbau agar seluruh nakhoda kapal dan pelaku usaha pelayaran dapat mematuhi panduan dari Petugas Pemanduan dan tetap mengutamakan keselamatan pelayaran selama proses pengerukan berlangsung," tegas Dudy. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pameran Batik Jadi Pilihan ...
Luar Negeri
Ilmuwan Ungkap Gletser Swis...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.