Lumba-lumba Hidung Botol Daya Tarik Wisata di Perairan Kepulauan Seribu
📅 Senin, 14 Jul 2025, 23:00 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: AFP
JAKARTA - Kepulauan Seribu, gugusan pulau-pulau di utara daratan Jakarta itu, menyimpan begitu banyak keindahan flora dan fauna yang menghibur hati siapapun yang menetap di sana dan menyambut siapa saja yang berlibur ke sana.
Hampir seluruh wilayah administratif Kepulauan Seribu merupakan bagian dari Taman Nasional Kepulauan Seribu, satu-satunya taman nasional di ibu kota negara, yang telah diakui sebagai Taman Warisan ASEAN pada 2017.
Tercatat sejumlah flora dan fauna yang hidup di perairan Kepulauan Seribu mendapat status dilindungi, di antaranya moluska kima raksasa (Tridacna gigas) dan kima sisik (Tridacna squamosa), serta hewan penyu sisik (Eretmochelys imbricata).
Kepulauan Seribu juga menjadi habitat bagi spesies lumba-lumba, seperti lumba-lumba hidung botol (Tursiops).
Mengingat si lumba-lumba tak mudah ditangkap kamera saat berada di tempat tinggal alaminya, rekaman lumba-lumba di Kepulauan Seribu yang beredar di media sosial sering kali mendapat respons luas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena itulah, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Kepulauan Seribu Sonti Pangaribuan semringah saat memperlihatkan video lumba-lumba yang dimilikinya kepada mahasiswa pertukaran yang ia dampingi di Pulau Pramuka.
Mahasiswa tersebut merupakan penerima Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI yang sedang melakukan kunjungan ke Kepulauan Seribu dalam rangka ekskursi.
“Wah dekat sekali, lumba-lumbanya seperti bisa disentuh,” kata seorang mahasiswa asing saat menyaksikan video tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Sonti, video tersebut dikirim seorang stafnya yang sedang mengendarai jet ski di laut dan kemudian mendapati ada lumba-lumba yang berenang mengiringinya. Sang staf berinisiatif merekam lumba-lumba yang berenang bersamanya.
Peluang melihat lumba-lumba akan besar ketika para mahasiswa berlayar di laut Kepulauan Seribu. Namun demikian, ia juga mengingatkan pentingnya mata yang jeli untuk dapat melihat si lumba-lumba.
Menonton Lumba-lumba
Bergerak ke Pulau Sepa Besar yang digadang-gadang menjadi pulau resor terbaik di Kepulauan Seribu usai diremajakan beberapa waktu yang lalu, lumba-lumba diketahui kerap mendekat pula ke pesisir pulau itu.
Sebagai makhluk yang juga aktif di malam hari, aktivitas lumba-lumba semakin terlihat begitu matahari terbenam, ketika mereka mulai mencari makan.
Di saat yang sama, para turis yang bermalam di Pulau Sepa Besar mulai mendekat ke pinggir pantai untuk menguji peruntungan apakah dapat melihat lumba-lumba di malam hari. Dibantu dengan lampu yang menyorot cahaya dari dasar laut, penampakan lumba-lumba bisa semakin jelas apabila mereka ada yang mendekat ke pesisir.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!