Lumba-lumba Hidung Botol Daya Tarik Wisata di Perairan Kepulauan Seribu
📅 Senin, 14 Jul 2025, 23:00 WIB | Oleh: Deri HenriawanSetelah waktu melewati pukul 20:30 WIB, tiba-tiba terdengar suara gemericik air, yang ternyata adalah ikan-ikan kecil yang berenang tak tentu arah. Ikan-ikan tersebut melesat seperti hendak kabur dari sesuatu yang mengejarnya.
Ternyata benar, karena tak lama, muncullah sirip lumba-lumba dari bawah air, yang kemudian melesat di permukaan dan “hap!” dipatuknya seekor ikan kecil kurang beruntung yang langsung ia telan untuk menghilangkan rasa lapar.
Sinar lampu yang menyoroti tubuhnya yang meliuk-liuk berenang bebas di bawah air membantu memanjakan mata para wisatawan yang hendak menghayati keindahan samudera.
Beberapa saat kemudian, muncullah lumba-lumba kedua yang juga ingin makan. Namun kali ini caranya berbeda: Si lumba-lumba menyundul dulu mangsanya ke atas permukaan laut supaya jatuh tepat saat mulutnya terbuka.
Sebaiknya Anda baca juga:
Para wisatawan yang bahagia menyaksikan lumba-lumba di habitat alaminya itu berlomba-lomba mengabadikan momen tersebut di ponselnya. Mereka berusaha mengejar setiap gerakan si lumba-lumba lewat lensa kamera, namun si lumba-lumba jauh lebih gesit.
Robiya Nurmatova, seorang mahasiswa pertukaran dari Uzbekistan, mengaku beruntung bisa melihat dua kali lumba-lumba yang berenang di perairan Kepulauan Seribu selama tiga hari ia berada di sana, termasuk saat di Pulau Sepa Besar.
Terlebih, untuk seumur hidupnya ia baru pertama kali berlayar di samudera dan menjelajahi pulau-pulau kecil saat berada di Indonesia. Tidak ada laut di Uzbekistan karena negara tersebut terkungkung daratan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Saya senang sekali akhirnya bisa melihat lumba-lumba dengan mata kepala saya sendiri,” kata dia, meski mengaku agak sedih tidak bisa mengabadikan hewan air tersebut di ponselnya karena begitu tiba-tibanya si lumba-lumba muncul.
Tanda Perairan Sehat
Menanggapi kehadiran kawanan lumba-lumba di perairan Kepulauan Seribu sebagaimana yang pernah terjadi awal tahun ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan bahwa hal tersebut menandakan baiknya kualitas perairan di Kepulauan Seribu.
Asep mengatakan, lumba-lumba memiliki kepekaan yang tinggi terhadap kondisi lingkungan dan mereka tak akan mendekat ke lokasi yang tercemar. Karena itu, kehadiran mereka di sekitar Kepulauan Seribu dapat diartikan sebagai tanda positif.
“Kehadiran mereka menunjukkan bahwa upaya perbaikan lingkungan laut yang dilakukan, seperti pengelolaan sampah dan pembersihan perairan, mulai membuahkan hasil. Ini merupakan indikator positif,” ucapnya.
Ia berharap momen tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan laut untuk keberlanjutan ekosistem yang ada.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!