Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wabah Ebola Tewaskan 65 Orang di Republik Demokratik Kongo

📅 Jumat, 15 Mei 2026, 19:32 WIB | Oleh:
Wabah Ebola Tewaskan 65 Orang di Republik Demokratik Kongo Doc: Istimewa
Ket. Kekhawatiran muncul bahwa kasus-kasus tersebut disebabkan oleh strain virus baru, sementara para pejabat kesehatan Afrika berupaya keras untuk mengoordinasikan dan menahan infeksi tersebut.

KINSHASA - Menurut pejabat kesehatan Afrika, wabah Ebola baru-baru ini telah menewaskan 65 orang di Republik Demokratik Kongo .

Dari The Guardian, sejauh ini telah dilaporkan 246 kasus dugaan demam berdarah mematikan di provinsi Ituri, yang berbatasan dengan Uganda dan Sudan Selatan.

Para pejabat di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) mengatakan mereka khawatir tentang risiko penyebaran lebih lanjut. Daerah tersebut merupakan rumah bagi kota-kota pertambangan di mana orang terus datang dan pergi, sehingga pengendalian penyakit menular menjadi sulit.

Ebola adalah penyakit parah dengan tingkat kematian tinggi yang menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh seperti darah atau muntahan orang yang terinfeksi, atau mayat, misalnya selama persiapan pemakaman.

Laboratorium penelitian nasional DRC telah mendeteksi virus Ebola dalam 13 dari 20 sampel yang diuji, kata Africa CDC pada hari Jumat.

Republik Demokratik Kongo telah mengalami 16 wabah Ebola sejak virus tersebut diidentifikasi di sana pada tahun 1976.

Biasanya mereka terinfeksi strain Ebola Zaire, yang vaksinnya sudah tersedia. Namun, Africa CDC mengatakan pengujian awal menunjukkan wabah saat ini adalah jenis yang berbeda, dengan hasil pengurutan genetik yang lebih lengkap akan keluar dalam 24 jam.

Lembaga pengawas kesehatan tersebut mengatakan akan mengadakan pertemuan mendesak pada hari Jumat dengan pihak berwenang dari DRC, Uganda, dan Sudan Selatan, serta Organisasi Kesehatan Dunia dan perusahaan farmasi.

“Africa CDC menyatakan solidaritasnya dengan pemerintah dan rakyat Republik Demokratik Kongo dalam menanggapi wabah ini,” kata Dr. Jean Kaseya, direktur jenderal Africa CDC. “Mengingat tingginya pergerakan penduduk antara daerah yang terdampak dan negara-negara tetangga, koordinasi regional yang cepat sangat penting.”

Kasus-kasus tersebut sebagian besar dilaporkan di zona kesehatan Mongwalu dan Rwampara, dengan kasus-kasus yang dicurigai juga dilaporkan di Bunia yang ber neighboring.

Michael Head, peneliti senior bidang kesehatan global di Universitas Southampton di Inggris, mengatakan: “Republik Demokratik Kongo sering mengalami kematian akibat Ebola. Kemungkinan ada serangkaian faktor yang menyebabkan wabah yang terjadi secara berkala ini. Kontak dekat manusia dengan reservoir hewan, kemungkinan besar kelelawar tetapi mungkin juga primata, adalah salah satu faktornya. Kekhawatiran lainnya termasuk pergerakan orang antara lingkungan pedesaan dan perkotaan, iklim tropis, dan tutupan hutan hujan yang tinggi.”

Selama wabah tahun 2014-16 di Afrika Barat, diperkirakan ada 28.000 kasus dan 11.000 kematian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.