Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kerukunan Dibentuk dari Pengalaman Sosial

📅 Senin, 14 Jul 2025, 01:05 WIB | Oleh:
Kerukunan Dibentuk dari Pengalaman Sosial Doc: ANTARA/HO-Kemenag
Ket. Para pemuka agama saat membacakan deklarasi kerukunan antarumat beragama dalam Festival Kerukunan di Kabupaten Bogor, Sabtu (12/7).

BOGOR – Kerukunan tidak dapat dibentuk hanya dari ruang sidang atau teks kebijakan. Dia harus hadir lewat pengalaman sosial yang menyentuh sisi manusiawi. “Maka pendekatan budaya dan partisipasif seni budaya lintas agama sangat perlu,” jelas Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag, M Adib Abdushomad, Sabtu (12/7), di Bogor.

Menurutnya, Kementerian Agama menerapkan pendekatan budaya dan partisipatif dalam memperkuat kerukunan antarumat beragama. Ini dilakukan melalui kegiatan “Festival Kerukunan” yang digelar di Desa Pabuaran, Kabupaten Bogor, Sabtu.

Festival tersebut merupakan bagian dari program “Desa Sadar Kerukunan” yang diinisiasi PKUB. Kegiatan festival melibatkan lebih dari 500 peserta dari berbagai unsure. Mereka ada tokoh agama, pelajar, pemerintah daerah, serta masyarakat umum.

“Kami percaya bahwa kerukunan tidak bisa dibentuk hanya dari ruang sidang dan teks kebijakan,” ujar Kepala PKUB Kemenag Muhammad Adib Abdushomad. Festival menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya lintas agama. Ada Hadroh Islami, Gambang Kromong, Tari Hindu dan Buddha, Barongsai, serta vokal group dari komunitas Kristen. Selain itu, masyarakat juga dilibatkan dalam bazar UMKM dan forum diskusi lintas iman.

Desa Pabuaran dipilih karena dinilai telah lama menjadi contoh hidup berdampingan secara harmonis antarumat beragama. Dalam festival tersebut, anak-anak mengenakan pakaian adat. Para remaja menjadi sukarelawan. Sedangkan para pemuka agama tampak duduk berdampingan menyaksikan rangkaian acara.

Salah satu warga, Lilis Wulandari, menyambut baik pelaksanaan festival. Menurutnya, kegiatan ini baik karena melibatkan masyarakat secara aktif. “Kami merasa acara demikian milik kami juga, bukan cuma milik pemerintah. Kami dilibatkan dalam musyawarah, menjaga keamanan, hingga membersihkan panggung,” jelas Lilis.

Replikasi

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi talkshow interaktif bersama PKUB dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Barat. Talkshow antara lain membahas tantangan kerukunan di era digital. Ini termasuk maraknya ujaran kebencian dan politisasi agama di media sosial.

Puncak acara ditandai dengan pembacaan “Deklarasi Kerukunan” oleh enam tokoh agama. Mereka secara bersama-sama menyampaikan komitmen untuk menjaga perdamaian dan menolak kekerasan atas nama keyakinan. Ketua Panitia Festival, Hery Susanto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari model percontohan yang akan direplikasi di daerah lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.