- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Kenakan Tarif Baru 3...
Trump Kenakan Tarif Baru 30% terhadap Meksiko dan Uni Eropa Mulai 1 Agustus
Minggu, 13 Jul 2025, 10:48 WIBWASHINGTON - Presiden AS Donald Trump, Sabtu (12/7), menargetkan Meksiko dan Uni Eropa dengan tarif tinggi sebesar 30 persen, secara dramatis meningkatkan taruhan dalam negosiasi yang menegangkan dengan dua mitra dagang terbesar AS.
Kedua jenis bea masuk tersebut akan berlaku mulai 1 Agustus, ujar Trump dalam surat resmi yang diunggah di platform Truth Social miliknya. Ia menyebutkan peran Meksiko dalam peredaran obat-obatan terlarang ke Amerika Serikat dan ketidakseimbangan perdagangan dengan Uni Eropa sebagai alasan ancaman tarif tersebut.
Kedua mitra dengan cepat mengecam bea masuk baru tersebut. UE memperingatkan bea masuk tersebut dapat mengganggu rantai pasokan -- tetapi bersikeras akan melanjutkan perundingan untuk mencari kesepakatan dengan AS.mSementara Meksiko mencapnya sebagai "kesepakatan yang tidak adil."
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan "ketidaksetujuan yang sangat kuat" terhadap langkah tersebut dan meminta blok tersebut untuk "dengan tegas membela kepentingan Eropa."
Sejak kembali menjabat sebagai presiden pada bulan Januari, Trump telah memberlakukan tarif yang sangat ketat terhadap sekutu dan pesaing, mengguncang pasar keuangan dan meningkatkan kekhawatiran akan kemerosotan ekonomi global.Â
Namun pemerintahannya mendapat tekanan untuk mengamankan kesepakatan dengan mitra dagang setelah menjanjikan serangkaian perjanjian.Â
Sejauh ini, pejabat AS baru mengungkap dua pakta, dengan Inggris dan Vietnam, di samping bea balasan yang lebih rendah sementara dengan Tiongkok.
Tidak Cukup
Bea masuk baru untuk Meksiko yang diumumkan oleh Trump akan lebih tinggi dari pungutan sebesar 25 persen yang dikenakannya pada barang-barang Meksiko awal tahun ini, meskipun produk yang masuk ke Amerika Serikat berdasarkan Perjanjian AS- Meksiko-Kanada (USMCA) dikecualikan.
"Meksiko telah membantu saya mengamankan perbatasan, TETAPI, apa yang telah dilakukan Meksiko tidaklah cukup," kata Trump dalam suratnya kepada Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum.Â
"Mulai 1 Agustus 2025, kami akan mengenakan Tarif sebesar 30% kepada Meksiko atas produk Meksiko yang dikirim ke Amerika Serikat."
Pemerintah Meksiko mengatakan telah diberitahu tentang ancaman baru tersebut dalam pembicaraan di Amerika Serikat pada hari Jumat.Â
"Kami menyebutkan di meja perundingan bahwa itu adalah kesepakatan yang tidak adil dan kami tidak setuju," kata Kementerian Ekonomi dan Luar Negeri Meksiko dalam pernyataan bersama.
Tarif Uni Eropa juga jauh lebih tinggi dibandingkan pungutan 20 persen yang diumumkan Trump pada bulan April, karena negosiasi dengan blok tersebut masih berlanjut.
"Pemberlakuan tarif sebesar 30 persen pada ekspor Uni Eropa akan mengganggu rantai pasokan transatlantik yang penting, sehingga merugikan bisnis, konsumen, dan pasien di kedua sisi Atlantik," ujar Kepala Komisi Eropa Ursula von der Leyen dalam sebuah pernyataan, menanggapi surat Trump kepadanya.
"Kami tetap siap untuk terus berupaya mencapai kesepakatan paling lambat 1 Agustus. Pada saat yang sama, kami akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan Uni Eropa, termasuk penerapan tindakan balasan yang proporsional jika diperlukan," tambahnya.
Sementara itu, Macron mendukung upaya untuk mencapai kesepakatan yang "mencerminkan rasa hormat yang dimiliki mitra dagang seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat terhadap satu sama lain."
Namun, ia mendesak blok tersebut untuk "meningkatkan persiapan tindakan balasan yang kredibel" untuk diterapkan jika kedua pihak gagal mencapai kesepakatan tepat waktu.
Momen Genting
Uni Eropa, bersama puluhan negara ekonomi lainnya, bersiap untuk menghadapi kenaikan tarif AS dari tingkat dasar 10 persen pada hari Rabu, tetapi Trump memundurkan batas waktu hingga 1 Agustus.
Meksiko dan Kanada berada di bawah rezim tarif terpisah.
Sejak awal pekan ini, Trump telah mengirim surat ke lebih dari 20 negara dengan tarif terbaru untuk masing-masing negara, termasuk tarif sebesar 35 persen untuk Kanada. Seorang pejabat AS mengatakan kepada AFP pada Sabtu bahwa pengecualian USMCA diperkirakan akan tetap berlaku untuk Meksiko dan Kanada, meskipun presiden belum membuat keputusan akhir.
Brussels mengatakan pada Jumat, pihaknya siap untuk mencapai kesepakatan dengan Washington guna mencegah penerapan kembali pungutan sebesar 20 persen.
Uni Eropa telah menyiapkan bea balasan terhadap barang-barang AS senilai sekitar 21 miliar euro setelah Trump juga mengenakan tarif terpisah pada impor baja dan aluminium awal tahun ini, dan bea tersebut ditangguhkan hingga 14 Juli.
Pejabat Eropa belum mengambil langkah apa pun untuk memperpanjang penangguhan tetapi dapat melakukannya dengan cepat jika diperlukan.
"Meskipun ada banyak kemajuan menuju kesepakatan, ancaman ini menunjukkan bahwa UE berada dalam kubu ketidakpastian yang sama seperti hampir semua negara lain di dunia," kata Josh Lipsky, ketua ekonomi internasional di Atlantic Council.
Ia mengatakan jalan ke depan sekarang bergantung pada bagaimana Uni Eropa merespons, dan menyebutnya sebagai "salah satu momen paling genting dalam perang dagang sejauh ini."
- Kebijakan Tarif AS
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Trump Ancam Menaikan Tarif pada India atas Pembelian Minyak Russia
-
Kasus Keracunan Siswa, IDAI Warning Keras: Standar MBG Harus Diperketat!
-
Pemprov Kepri Tambah Kuota Penerima Beasiswa untuk Pendidikan Tinggi di 2026
-
Satpol PP Depok Kembali “Bersih-Bersih”! 59 PKL dan Bangunan Liar Ditertibkan
-
Gaya Hidup Ternyata Bisa Bikin Gigi Jadi Kuning, Begini Penjelasannya
-
Dunia Internasional Waswas, Trump Perintahkan AS Keluar dari Puluhan Organisasi Internasional, PBB hingga Lembaga Iklim Ditinggalkan
-
Tarif Nol Persen untuk Ribuan Produk, Ekspor Indonesia ke AS Diproyeksi Naik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.