Temui Khofifah, Dubes Maroko Sampaikan Duka atas Tragedi KMP Mutiara Sentosa II
Senin, 03 Agu 2026, 17:25 WIBSURABAYA â Tragedi kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Madura yang menelan korban jiwa turut menyita perhatian dunia internasional. Rasa duka kali ini datang dari Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, yang secara langsung menyampaikan belasungkawa kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur saat melakukan kunjungan kehormatan ke Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (3/8).
Dalam pertemuan tersebut, Redouane menyampaikan simpati mendalam kepada para korban, keluarga yang ditinggalkan, serta seluruh masyarakat Jawa Timur yang terdampak musibah tersebut.
"Pertama-tama saya ingin menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat Jawa Timur atas kecelakaan tragis yang terjadi di lepas pantai Madura. Doa dan pikiran kami menyertai para korban, keluarga mereka, dan seluruh masyarakat yang terdampak," ujar Redouane.
Ucapan belasungkawa dari diplomat Maroko itu disambut hangat oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Menurutnya, perhatian dan empati dari negara sahabat menjadi dukungan moral bagi keluarga korban maupun seluruh petugas yang hingga kini masih menangani dampak tragedi tersebut.
Khofifah pun menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan Pemerintah Kerajaan Maroko.
"Terima kasih atas ungkapan belasungkawa dari Yang Mulia Duta Besar Kerajaan Maroko. Semoga para korban yang wafat mendapatkan husnul khatimah, dan seluruh korban yang berhasil dievakuasi memperoleh penanganan terbaik serta segera pulih," kata Khofifah.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur masih terus memprioritaskan proses penanganan korban, mulai dari pelayanan medis bagi korban selamat, pendampingan keluarga, hingga pendataan penumpang yang terdampak.
Namun, pertemuan di Grahadi tidak hanya membahas tragedi KMP Mutiara Sentosa II. Kedua pihak juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkuat hubungan kerja sama antara Jawa Timur dan Maroko di berbagai sektor.
Sejumlah peluang kolaborasi yang dibahas meliputi pengembangan perdagangan dan investasi, pertukaran budaya, kerja sama pendidikan melalui program beasiswa, hingga penjajakan program sister city antara Kota Surabaya dan Kota Tangier di Maroko.
Pertemuan itu menjadi penanda bahwa di tengah suasana duka, hubungan persahabatan antara Jawa Timur dan Maroko tetap terjalin erat, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Linda Noskova Tebar Ancaman Usai Juara di Berlin
-
OJK: Satgas Pasti Hentikan 255 Entitas Keuangan Ilegal pada 2026
-
Ratusan Ekor Kucing Disteril dan Divaksin di EastJakFest 2026
-
Penyebab Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 Belum Dipastikan, Polda Jatim Tunggu Hasil Uji Laboratorium
-
Liga Arab Pasang Badan Tolak Pembubaran UNRWA
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.