Gaya Hidup Ternyata Bisa Bikin Gigi Jadi Kuning, Begini Penjelasannya
Rabu, 08 Apr 2026, 13:35 WIBJAKARTA - Konsultan senior dan dokter gigi di Benglaru Dr. Shraddha Bahirwani mengatakan meskipun rutin menggosok gigi setiap hari banyak orang masih mengalami penguningan gigi karena gaya hidup yang dijalani sehari-hari.
Ditulis laman Hindustan Times, Selasa (7/4) waktu setempat, Bahirwani mengatakan perubahan warna gigi bukan hanya disebabkan oleh satu faktor, melainkan campuran pengaruh internal seperti genetika, penuaan, dan perkembangan gigi serta faktor eksternal seperti diet, merokok, dan obat-obatan, yang berarti menyikat gigi saja tidak dapat mengatasi semua penyebabnya.
âPerubahan warna gigi dapat disebabkan oleh penuaan, predisposisi genetik, kebiasaan makan, perubahan perkembangan selama pembentukan gigi, obat-obatan tertentu, dan pilihan gaya hidup seperti merokok atau menggunakan rokok elektrik,â katanya.
Warna kuning muncul karena enamel secara alami tipis dan tembus cahaya, sehingga dentin di bawahnya terlihat, memberikan tampilan kekuningan pada gigi. Efek serupa terlihat seiring bertambahnya usia, karena enamel secara bertahap menipis seiring waktu.
Pola makan juga merupakan penyebab lain terjadinya penguningan gigi yang jika kebersihan mulut tidak memadai dapat memperburuk kondisi tersebut.
âKonsumsi minuman bersoda, makanan berwarna, teh, kopi, dan anggur secara sering dapat menyebabkan noda, paparan yang berkepanjangan dapat menyebabkan zat-zat tersebut menembus lapisan gigi yang lebih dalam, sehingga lebih sulit untuk diobati,â katanya.
Gigi yang menguning juga disebabkan karena paparan tembakau dan merokok, akibat dari pengendapan nikotin dan tar yang mengakibatkan noda membandel yang tidak dapat dihilangkan dengan menyikat gigi saja.
Selain pola makan dan gaya hidup, Bahirwani mengatakan faktor lingkungan juga memainkan peran penting dalam perubahan warna gigi. Penggunaan air sumur dengan kadar fluorida tinggi selama masa kanak-kanak dapat menyebabkan pewarnaan intrinsik yang biasanya membutuhkan intervensi kosmetik.
Penyebab tertentu juga bisa terkait dengan pengobatan, suplemen zat besi dan penggunaan tetrasiklin. Dokter menjelaskan pembersihan dan pemutihan profesional efektif untuk mengatasi noda permukaan dan meningkatkan penampilan secara keseluruhan.
Dalam kasus yang lebih sulit, solusi kosmetik seperti veneer, laminasi, atau mahkota gigi dapat direkomendasikan untuk mengembalikan warna dan struktur gigi.
Perawatan mulut preventif tetap penting dalam menjaga kesehatan gigi. Dokter gigi merekomendasikan menyikat gigi dua kali sehari, bersamaan dengan pemeriksaan gigi rutin, untuk membantu mendeteksi dan mengatasi masalah potensial sejak dini.
Berkumur setelah makan, menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik, dan membatasi konsumsi makanan dan minuman yang dapat menyebabkan noda juga dapat mengurangi risiko perubahan warna gigi.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
27,6% Perempuan Indonesia Insecure soal Gigi
-
Target pemerintah terhadap layanan kesehatan gigi
-
Tes Kemampuan Akademik di Aceh Besar Diikuti 4.150 Pelajar
-
Peta Investor Dirombak, OJK Perkenalkan 27 Klasifikasi Terbaru
-
Tinjau Pasar Caringin, Ketua DPRD Jabar: MBG Ikut Dongkrak Harga Pangan
-
Pameran Kebutuhan Pernikahan Tampilkan Busana, Dekorasi, dan Kuliner
-
Harga Emas Antam, Senin (19/1), Meroket Rp40.000 ke Angka Rp2,703 Juta/Gr
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.