IHSG Hari Ini Terseret Bursa Asia, Sentimen Geopolitik Picu Aksi Jual
Senin, 03 Agu 2026, 17:56 WIBJAKARTA â Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sejalan dengan mayoritas bursa Asia menunjukkan bahwa sentimen eksternal masih menjadi penggerak utama pasar.
Meningkatnya ketidakpastian geopolitik mendorong investor mengurangi aset berisiko dan beralih ke instrumen yang dianggap lebih aman (safe haven), sehingga memicu aksi jual di pasar saham.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa meski fundamental domestik relatif stabil, pergerakan IHSG dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi perkembangan geopolitik global serta perubahan sentimen investor terhadap risiko.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (3/8) sore, ditutup melemah 1,63 poin atau 0,03 persen ke posisi 6.234,50 mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia, dipicu oleh sentimen tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,69 poin atau 0,43 persen ke posisi 623,93.
âMengawali bulan ini, bursa regional Asia bergerak melemah, tampaknya pasar dipengaruhi dari beberapa sentimen perkembangan tensi geopolitik di Timur Tengah, meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan serangan yang direncanakan terhadap Iran,â ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, Trump mengatakan Arab Saudi dan sekutu utama Timur Tengah lain telah mendesaknya untuk menghentikan serangan yang direncanakan dan melanjutkan negosiasi, sambil terus menekan untuk pembukaan kembali Selat Hormuz secara cepat.
Namun demikian, pasar tampaknya masih ragu terhadap de-eskalasi AS dengan Iran, dikarenakan sering berulang kali namun belum menghasilkan kesepakatan perdamaian yang permanen.
Selain itu, pelaku pasar merespon sikap Trump, terkait tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan, yang mana Trump menolak untuk menjawab.
Dari kawasan Asia, survei swasta menunjukkan bahwa PMI Manufaktur China menurun ke level terendah dalam empat bulan di angka 50,9 pada Juli 2026, dari sebelumnya 51,7 pada Juni 2026, meleset dari perkiraan 51,5.
Sementara itu, Bank sentral China (PBOC) menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung perekonomian, termasuk menerapkan kebijakan moneter yang akomodatif secara moderat, menggunakan instrumen kebijakan secara fleksibel, menjaga likuiditas yang cukup, dan membimbing lembaga keuangan untuk memastikan pertumbuhan kredit yang seimbang.
Dari dalam negeri, indeks manufaktur Indonesia naik menjadi 50,2 pada Juli 2026 dari sebelumnya 46,9 pada Juni 2026, namun, pasar memiliki pandangan pertumbuhannya masih melambat akibat mahalnya bahan baku, penurunan ekspor, serta sikap hati-hati pelaku usaha.
Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indonesia mencatatkan deflasi sebesar 0,14 persen month to month (mtm), dan mencatatkan inflasi sebesar 2,88 persen year on year (yo), atau di bawah ekspektasi pasar sebesar 3,2 persen (yoy) dan tetap berada dalam kisaran target Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5-3,5 persen.
Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar 450 juta dolar AS pada Juli 2026.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen non primer yang menguat sebesar 1,47 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor barang baku yang naik masing-masing sebesar 1,46 persen dan 0,42 persen.
Sedangkan tujuh sektor melemah yaitu sektor teknologi turun paling dalam minus sebesar 1,42 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor keuangan yang turun masing-masing sebesar 0,72 persen dan 0,63 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu JKON, MITI, TMPO, KDTN dan TRUK. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni TCPI, NSSS, BUVA, INDY dan OPMS.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.311.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 37,64 miliar lembar saham senilai Rp14,31 triliun. Sebanyak 300 saham naik 374 saham menurun, dan 289 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 1,02 persen ke 63,704,00, indeks Shanghai melemah 0,59 persen ke 3.809,66, indeks Shenzhen melemah 0,96 persen ke 23.448,29, indeks Kospi melemah 0,48 persen ke 26.009,40, dan indeks Strait Times melemah 0,50 persen ke 5.600,53.
- Ihsg hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Sudin LH Jaksel: Buang Sampah Sembarangan Bisa Kena Denda Rp500 Ribu
-
Dukung Kesepakatan Damai AS-Iran, HNW: Harus Benar-benar Dilaksanakan untuk Hindarkan Dunia dari Krisis, dan Kembali Fokus Atasi Tragedi di Gaza Merdekakan Palestina
-
Ratusan Kepala Sekolah di Sulsel Mengundurkan Diri secara Massal
-
Layanan paspor Minggu Ceria Imigrasi Kendari
-
Wajib Tahu! Kurang Tidur di Usia 40-an dan 50-an Bisa Meningkatkan Risiko Alzheimer di Kemudian Hari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.