Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Peneliti Tiongkok Kembangkan Strategi Katalisis Elektrifikasi Guna Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca

📅 Minggu, 13 Jul 2025, 21:00 WIB | Oleh:
Peneliti Tiongkok Kembangkan Strategi Katalisis Elektrifikasi Guna Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Doc: Daily Sabah/Reuters

BEIJING - Para peneliti Tiongkok berhasil mengembangkan strategi katalisis elektrifikasi inovatif yang menghilangkan lebih banyak gas rumah kaca daripada yang dihasilkannya sehingga mencapai emisi negatif bersih, demikian sebuah artikel penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science Advances pada Sabtu (12/7).

Karbon dioksida dan metana merupakan dua gas rumah kaca utama yang disebabkan oleh manusia. Mengurangi dan bahkan memusnahkan gas-gas tersebut dari atmosfer telah menjadi prioritas ilmiah yang signifikan.

Sebelumnya, metode tradisional penghilangan karbon dioksida dan metana dilakukan melalui sebuah proses yang dikenal sebagai dry reforming of methane (DRM) yang beroperasi pada suhu tinggi melebihi 800 derajat Celsius dan biasanya ditenagai bahan bakar fosil.

Karbon dioksida yang dilepaskan selama proses tersebut sering kali lebih besar daripada jumlah yang dikonversi, sehingga menghambat upaya untuk mengurangi emisi dan memitigasi perubahan iklim.

Sebuah tim peneliti dari Institut Teknologi dan Rekayasa Material Ningbo (Ningbo Institute of Materials Technology and Engineering/NIMTE) dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok dan Universitas Jinan berhasil mengembangkan sebuah strategi katalisis elektrik baru untuk DRM, yang mereka sebut sebagai DRM elektrik (e-DRM).

Dalam penelitian tersebut, proses e-DRM mengubah karbon dioksida dan metana menjadi syngas (gas sintetis) hidrogen dan karbon monoksida dengan tingkat pemanfaatan energi yang mengesankan, yakni sebesar 80 persen.

Pendekatan inovatif ini mencapai konversi keseimbangan termodinamika dan mempertahankan stabilitas selama lebih dari 120 jam, ungkap artikel penelitian itu.

Menggunakan listrik terbarukan dari sumber-sumber seperti angin, matahari, tenaga air, dan energi nuklir, proses ini dapat mengubah lebih banyak karbon dioksida daripada yang diemisikan saat pembangkitan listrik.

Terobosan ini berpotensi memajukan transisi DRM dari penelitian laboratorium ke penerapan komersial, sebut NIMTE. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Panglima TNI Imbau Masyarakat Tidak Mudah Terprovokasi Informasi yang Belum Terverifikasi.
    Preview komentar:
    Dahlah paling bener emg kudu dihimbau sih masyarakat ...
    Haturnuhun pak Agus, sim Kuring setuju Jeung bapak.
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
Nasional
Potensi Panas Bumi Jadi And...

OJK Dorong Akses Kredit UMKM Lebih Luas

25 menit yang lalu | Lukman

Nasional
OJK Dorong Akses Kredit UMK...
Luar Negeri
Gempa Dahsyat Kolombia, 164...
Luar Negeri
Gempa Dahsyat Guncang Kolom...

Ukraina Ungkap Russia Telah Gunakan Misil Korut

40 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Ukraina Ungkap Russia Telah...
Luar Negeri
Myanmar Tingkatkan Serangan...
KAI Beri Promo Diskon Tiket Kereta Spesial 17-an

KAI Beri Promo Diskon Tiket Kereta Spesial 17-an

11 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.