Dari Hobi Jadi Ladang Rezeki, Kisah Ferdi Merintis UMKM Lokal Alasfotoprops
📅 Sabtu, 12 Jul 2025, 14:35 WIB | Oleh: Haryo BronoSejak awal, ia melihat Shopee sebagai ruang yang inklusif bagi pelaku UMKM untuk berkembang dan berkreasi, terutama dengan dukungan ekosistem terintegrasi yang aktif membantu memperluas akses pasar.
Melalui kampanye belanja tanggal kembar, fitur interaktif, dan program-program inkubasi usaha, produk-produk karya UMKM mendapat panggung untuk lebih mudah dijangkau dan diapresiasi oleh masyarakat luas.
Sejak bergabung, Shopee telah menjadi kanal penjualan utama, sekaligus bagian penting dari perjalanan bisnis mereka di ranah digital. Ferdi merasakan langsung bagaimana tingginya permintaan dari pelanggan setia di Shopee, yang turut didukung oleh rangkaian festival kampanye belanja, fitur-fitur seperti Shopee Live dan Shopee Video, serta kehadiran laman Shopee Pilih Lokal dan Shopee Affiliate Program.
Semua itu menciptakan pengalaman belanja yang aman dan nyaman setiap check-out produk dari ‘Keranjang Oren,’ sekaligus membantu membangun loyalitas pelanggan terhadap produk Alasfotoprops.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Setiap kali kampanye belanja tanggal kembar berlangsung, kami selalu mencatat peningkatan penjualan yang signifikan. Bahkan secara rata-rata, pesanan saat kampanye tanggal kembar bisa melonjak lebih dari 3 kali lipat dibanding hari biasa. Dari momentum inilah kami bisa meningkatkan kapasitas produksi dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan di lingkungan sekitar,” ungkap Ferdi.
Pada tahun 2025, Ferdi membawa visi yang lebih besar untuk Alasfotoprops. Ia tengah menyiapkan koleksi spesial dengan desain yang lebih dinamis dan inovatif, menggabungkan kombinasi tekstur, warna tematik, serta ukuran yang lebih fleksibel, menyesuaikan tren visual branding yang terus berkembang.
Tak hanya berfokus pada produk, ia juga merancang strategi penjualannya di Shopee, mulai dari bundling produk dengan promo eksklusif, hingga kolaborasi dengan content creator untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Merancang masa depan, mulailah belajar dari setiap proses jatuh bangun usaha
Menjadi pengusaha muda bukan tanpa tantangan. Di usia awal 20-an, Ferdi harus belajar dari nol, mulai dari manajemen produksi, pemasaran, pelayanan pelanggan, hingga manajemen SDM.
Kurangnya pengalaman membuatnya sering melakukan kesalahan, tapi semua itu menjadi proses belajar yang tak tergantikan. Mengelola tim juga menjadi tantangan tersendiri. Ferdi membangun budaya kerja yang inklusif dan saling mendukung, dengan komunikasi terbuka dan semangat bertumbuh bersama.
Bagi Ferdi, kunci bertahan di bisnis adalah tiga hal, yaitu konsistensi, adaptasi, dan inovasi. Ia selalu terbuka terhadap perubahan, terus belajar mengikuti tren pasar, dan tidak takut untuk mencoba hal baru.
Baginya, setiap tantangan adalah ruang bertumbuh yang berharga. “Untuk anak muda yang ingin memulai bisnis serupa, jangan tunggu semua sempurna. Mulailah dari modal yang ada, belajar dari proses, maksimalkan platform dan terus dengarkan kebutuhan masyarakat, sebab banyak peluang besar datang dari masalah kecil yang kita temukan di sekitar,” lanjut Ferdi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!