Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamenekraf Optimistis Kemajuan AI Akan Buka Ragam Profesi Baru

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 06:15 WIB | Oleh:
Wamenekraf Optimistis Kemajuan AI Akan Buka Ragam Profesi Baru Doc: ANTARA/Farhan Arda Nugraha
Ket. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menyampaikan sambutannya dalam acara peluncuran Google AI Economic Impact Report di Jakarta, Kamis (23/7).

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenekraf) Irene Umar menilai teknologi kecerdasan artifisial (AI) tidak akan menghilangkan lapangan kerja, tetapi membuka peluang lahirnya profesi-profesi baru.

"AI tidak akan menggantikan pekerjaan, tetapi AI akan menciptakan pekerjaan-pekerjaan baru yang belum pernah ada sebelumnya," kata Irene dalam acara peluncuran Google AI Economic Impact Report di Jakarta, Kamis (23/7).

Ia mencontohkan profesi prompt engineer yang dalam beberapa tahun terakhir mulai banyak dibutuhkan meski tidak mensyaratkan gelar sarjana.

"Dalam lima tahun terakhir ada pekerjaan baru yang tidak memerlukan gelar sarjana, tapi Anda bisa menjadi insinyur yang disebut sebagai prompt engineer," ujarnya.

Irene mengatakan kemampuan utama profesi tersebut adalah menyusun instruksi atau prompt yang jelas agar AI dapat mengerjakan tugas sesuai apa yang dibutuhkan penggunanya.

"Kalau kita tidak tahu apa yang kita inginkan, AI tidak akan bisa menciptakan hasil yang kita inginkan," katanya.

Oleh karena itu, Irene mendorong para pelaku industri kreatif, pengembang aplikasi, dan pembuat konten Indonesia untuk memanfaatkan analisis data dan AI guna memperluas jangkauan pasar.

Menurutnya, dampak ekonomi dari adopsi AI tidak dapat dicapai secara instan sehingga perlu diukur secara berkelanjutan agar peluang usaha, lapangan kerja, dan nilai tambah yang dihasilkan dapat terpetakan dengan baik.

Irene juga menekankan pelaku ekonomi kreatif Indonesia tidak seharusnya hanya berfokus pada pasar dalam negeri, tetapi juga membidik pasar global yang memiliki potensi lebih besar.

Ia memandang Indonesia tidak harus hanya dipandang sebagai pasar, tetapi sebagai pencipta yang memiliki daya saing di pasar global.

"Jadi saya ingin menantang semua orang di sini bukan hanya melihat Indonesia sebagai pasar, tapi Indonesia sebagai kreator, sebagai kekuatan pendorong, sehingga kita bisa mengekspor apa yang kita miliki ke pasar global," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.