Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gawat! 1 Juta Sarjana Nganggur, Pemerintah Buat Program Koperasi Desa Demi Serap 2,5 Juta Tenaga Kerja, Benar Jadi Solusi?

📅 Jumat, 11 Jul 2025, 09:08 WIB | Oleh:
Gawat! 1 Juta Sarjana Nganggur, Pemerintah Buat Program Koperasi Desa Demi Serap 2,5 Juta Tenaga Kerja, Benar Jadi Solusi? Doc: Freepik

JAKARTA - Indonesia kembali dihadapkan pada tantangan serius di sektor ketenagakerjaan. Per Februari 2025, jumlah pengangguran di Tanah Air melonjak hingga 7,28 juta orang, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS). 

Ironisnya, lebih dari 1 juta pengangguran berasal dari kalangan sarjana!

Tingkat pengangguran terbuka nasional kini menyentuh angka 4,76 persen, naik 1,11 persen dibandingkan periode sebelumnya. 

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan persoalan ini tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi. Menurutnya, solusi utama adalah menyeimbangkan supply tenaga kerja dengan demand dari dunia industri.

“Solusi pengangguran harus dilihat dari dua sisi, yakni dari sisi penyedia tenaga kerja dan juga kebutuhan pasar kerja,” ujar Yassierli dalam Seminar Nasional Kajian Tengah Tahun INDEF 2025 di Jakarta.

Dari sisi latar belakang pendidikan, pengangguran terbanyak justru berasal dari lulusan sekolah dasar dan menengah pertama yang mencapai 2,42 juta orang, disusul lulusan SMA (2,04 juta), SMK (1,63 juta), sarjana (1,01 juta), dan diploma (177 ribu).

Namun pemerintah tidak tinggal diam. Presiden Prabowo Subianto melalui program prioritasnya berkomitmen menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar, salah satunya lewat program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. 

Program ini ditargetkan membentuk 80 ribu koperasi di seluruh penjuru Tanah Air.

Jika tiap koperasi mempekerjakan minimal 25 orang, potensi penyerapan tenaga kerja bisa mencapai 2 juta hingga 2,5 juta orang! 

Terlebih jika koperasi mendapat tambahan modal dan berkembang, angka ini diyakini bisa terus meningkat.

“Melalui Kopdes, kita ubah cara pandang masyarakat. Kerja tak harus di perusahaan besar di kota, tapi bisa dimulai dari desa,” tegas Yassierli optimistis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.