Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Awas Tertipu Mafia Tanah! Kenali Ciri Sertifikat Tanah Asli Sebelum Uang Melayang

📅 Jumat, 11 Jul 2025, 09:27 WIB | Oleh:
Awas Tertipu Mafia Tanah! Kenali Ciri Sertifikat Tanah Asli Sebelum Uang Melayang Doc: Freepik

JAKARTA - Fenomena pemalsuan sertifikat tanah makin marak, bahkan menyeret oknum-oknum licik yang tergabung dalam jaringan mafia tanah. 

Mereka membuat duplikat sertifikat seolah-olah asli untuk menipu pembeli, memicu konflik warisan, hingga menguasai tanah secara ilegal.

Menurut Harison Mocodompis, Kepala Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN, ada sejumlah perbedaan mencolok antara sertifikat tanah yang sah dengan yang palsu. Inilah beberapa ciri penting yang wajib kamu perhatikan sebelum membeli tanah atau properti!

Ciri-Ciri Sertifikat Tanah Asli yang Wajib Diketahui

1. Sampul Resmi
Sertifikat asli memiliki sampul hijau dengan tulisan "Sertipikat Hak Atas Tanah" dan logo Garuda Pancasila berwarna emas terang. Desainnya tegas dan profesional.

2. Kertas Berkualitas Khusus
Dokumen asli dicetak di atas kertas khusus dengan watermark Kementerian ATR/BPN yang terlihat saat diterawang. Kalau watermark-nya kabur, apalagi dicetak biasa patut curiga!

3. Cap dan Tanda Tangan Pejabat
Dokumen resmi dilengkapi stempel, cap basah, dan tanda tangan asli dari pejabat berwenang. Sebaliknya, versi palsu biasanya mencantumkan ejaan yang janggal, tinta cepat luntur, atau tanda tangan yang jelas-jelas dicetak.

4. Peta Lokasi dan Batas Tanah
Sertifikat sah akan menampilkan peta lokasi dan batas tanah yang akurat dan sesuai data resmi ATR/BPN. Kalau petanya tidak jelas atau tidak sesuai kondisi lapangan, bisa jadi itu palsu!

Cek Keaslian Langsung di Kantor Pertanahan

Masyarakat sebaiknya melakukan verifikasi langsung di kantor pertanahan. Nomor hak atas tanah dan data pemilik bisa dicocokkan dengan data resmi.

Pemerintah melalui Kementerian ATR/BPN juga terus memperkuat sistem keamanan, salah satunya dengan menghadirkan Sertipikat Tanah Elektronik yang menggunakan dokumen digital terenkripsi dan tanda tangan elektronik resmi. 

Langkah ini untuk melindungi hak kepemilikan dari kejahatan pemalsuan.

Laporkan Jika Menemukan Sertifikat Palsu!

Jika menemukan dokumen mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwajib. Pemalsuan sertifikat tanah adalah tindak pidana penipuan dan merupakan ranah penegakan hukum oleh kepolisian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Kemenkes Perluas Cek Kesehatan Gratis

21 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenkes Perluas Cek Keseha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.