Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Kembali Berulah! Obat Impor Terancam Tarif 200%, Industri Farmasi Gemetar

📅 Kamis, 10 Jul 2025, 16:00 WIB | Oleh:
Trump Kembali Berulah! Obat Impor Terancam Tarif 200%, Industri Farmasi Gemetar Doc: Antara Foto

Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat gebrakan yang mengguncang dunia perdagangan internasional. Dalam rapat kabinet terbarunya pada Selasa (8/7), Trump menyatakan niatnya untuk mengenakan tarif impor besar-besaran terhadap sejumlah produk, termasuk tembaga dan yang paling mengejutkan produk farmasi.

Trump menyebut bahwa impor tembaga akan dikenai tarif 50%. Namun yang paling mencuri perhatian adalah ancamannya terhadap industri obat-obatan. "Farmasi akan kami kenai tarif sangat tinggi, sekitar 200%," tegas Trump, seperti dikutip dari media internasional.

Meski kebijakan ini belum langsung diberlakukan, Trump memberi sinyal bahwa perusahaan farmasi akan diberi waktu antara satu hingga satu setengah tahun untuk bersiap. Tujuannya? Mendorong manufaktur farmasi kembali ke dalam negeri.

Pemerintah AS saat ini memang tengah melakukan investigasi Pasal 232 yang biasa digunakan untuk mengukur dampak impor terhadap keamanan nasional—terhadap sektor farmasi dan semikonduktor. Hasil investigasi ini akan menjadi dasar pengambilan keputusan Trump di akhir bulan.

Trump sendiri menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk menghidupkan kembali kejayaan industri farmasi AS. Ia bahkan menyebut beberapa raksasa farmasi seperti Johnson & Johnson dan Eli Lilly sudah mulai menanamkan investasi lebih besar dalam negeri.

Namun, langkah ini mendapat tentangan keras dari kalangan industri. PhRMA, asosiasi industri farmasi terbesar di AS, menyebut kebijakan tarif semacam ini justru kontraproduktif. "Tarif hanya akan mengurangi dana yang seharusnya bisa diinvestasikan untuk pengembangan obat dan pabrik lokal," kata perwakilan PhRMA, Alex Schriver.

Pihaknya juga memperingatkan bahwa tarif tinggi bisa menaikkan harga obat dan memicu kelangkaan. Sebab, secara historis, obat-obatan selalu dikecualikan dari bea masuk demi menjaga akses dan stabilitas pasokan.

Masyarakat dan pelaku pasar masih menanti kepastian detail kebijakan tersebut, sembari berharap agar langkah Trump tak menimbulkan dampak buruk yang terlalu luas di tengah pemulihan ekonomi global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.