Asean Prihatin atas Krisis di Negara Anggota
📅 Kamis, 10 Jul 2025, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/MOHD RASFAN
KUALA LUMPUR - Negara-negara anggota Asean menyampaikan keprihatinan atas terjadinya krisis di Myanmar serta ketegangan antara Thailand dan Kamboja. Perhatian Asean terhadap hal ini tercermin dalam Pertemuan Menteri-Menteri Luar Negeri Asean (AMM) ke-58 di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (9/7).
"Soal Myanmar kita ingin ada perdamaian di sana," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono, usai menghadiri AMM.
Menurut Menlu RI, para Menlu Asean menyampaikan perhatian itu mengingat bahwa Myanmar merupakan anggota dan masuk dalam keluarga besar Asean, sehingga, kata dia, isu terkait krisis Myanmar harus diangkat bersama dengan mengedepankan bantuan yang dapat diberikan dari sesama negara anggota Asean.
"Apa yang bisa kita bantu masing-masing negara," ujar Menlu Sugiono.
Sebelumnya dalam pertemuan diplomasi terkait Myanmar pada Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos-Klosters, Swiss, Januari 2025, Menlu Sugiono telah menegaskan bahwa Indonesia terus mendorong dialog demi mencapai solusi untuk menyelesaikan krisis politik di Myanmar yang menimbulkan krisis kemanusiaan di negara itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Indonesia terus berkomitmen untuk mendukung terciptanya situasi yang kondusif dan ruang yang aman bagi terwujudnya dialog di Myanmar,” tutur dia.
Menlu RI menyatakan prihatin bahwa berlanjutnya konflik internal di Myanmar sejak kudeta militer 2021 telah menimbulkan ancaman di sektor lain yang berdampak bagi kawasan. Ia menuturkan bentuk ancaman tersebut di antaranya merebaknya kejahatan lintas negara dan menjamurnya produksi opium di Myanmar.
Selain konflik di Myanmar, insiden antara militer Kamboja dan Thailand di perbatasan beberapa waktu lalu, juga dibahas dalam pertemuan regional ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, membahas insiden antara Kamboja-Thailand dalam sambutannya di pembukaan AMM. Pada pidato sambutannya, PM Anwar mengingatkan bahwa hubungan di antara anggota Asean memang bukan dibangun tanpa ketegangan.
"Hubungan kita bukan terletak pada ketiadaan ketegangan, melainkan pada komitmen kita untuk mengelolanya melalui rasa saling menghormati, dialog berkelanjutan, dan pencarian konsensus," ujar PM Anwar seraya menekankan bahwa terkait insiden tersebut, seluruh pemimpin Asean memiliki perhatian yang sama.
Yang terpenting, kata PM Anwar, sentralitas Asean harus menjadi panduan, sebagaimana tercermin dari penguatan dan inovasi berkelanjutan lembaga-lembaga yang dipimpin Asean. "Kita harus tetap menjadi jangkar utama dialog di kawasan ini, karena sepanjang dialog kita, mitra harus terus menemukan nilai dalam berinteraksi dengan kita," kata dia.
Tambah Keanggotaan
Selain krisis dan ketegangan, pertemuan AMM di Kuala Lumpur juga membahas soal proses penambahan keanggotaan Asean.
Usai menghadiri pertemuan, Menlu Sugiono mengatakan bahwa proses keanggotaan Papua New Guinea (PNG) di Asean, masuk menjadi salah satu kesimpulan AMM.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!