Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Solusi Tanding untuk Bumi: Rezal Kusumaatmadja Dorong Ekonomi Restoratif di Lahan Gambut Kalimantan

📅 Rabu, 09 Jul 2025, 21:04 WIB | Oleh:
Solusi Tanding untuk Bumi: Rezal Kusumaatmadja Dorong Ekonomi Restoratif di Lahan Gambut Kalimantan Doc: Dok. PRAKSIS

JAKARTA - Kerusakan ekologi yang terjadi di berbagai belahan dunia saat ini bukan semata persoalan teknis, melainkan krisis multidimensi yang melibatkan aspek sosial, politik, hingga spiritual. Hal itu ditegaskan oleh Rezal Kusumaatmadja dalam Forum Praksis seri ke-11 bertajuk “Solusi Tanding Demi Memperkuat Ketahanan Ekosistem Berbasis Komposisi Modal Organik” di Jakarta, Selasa (8/7).

Mengutip ensiklik Laudato Si’ yang diterbitkan Paus Fransiskus, Rezal menekankan bahwa pelestarian alam harus dilandasi kesadaran spiritual dan etis bahwa bumi adalah rumah bersama. “Jika kita hanya memandang alam sebagai ciptaan yang boleh dieksploitasi, maka kita abai terhadap fakta bahwa miliaran tahun sebelum manusia hadir, alam telah memiliki sistem hidup dan dinamikanya sendiri,” ujarnya.

Sebagai wujud konkret dari kesadaran itu, Rezal bersama sejumlah pihak merintis Project Tampelas di Kecamatan Sepang, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Proyek ini dijalankan melalui PT Rimba Makmur Utama (RMU)—perusahaan yang ia dirikan dan kini ia pimpin sebagai komisaris utama. Fokus utama proyek adalah menjaga dan merestorasi hutan rawa gambut seluas 157.875 hektar.

Inisiatif ini mengedepankan pendekatan ekonomi restoratif. Salah satunya dengan membudidayakan ikan gabus di lahan gambut. Selain mengurangi praktik perambahan hutan, hasil budidaya ini juga diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti albumin, yang menjadi sumber penghasilan alternatif bagi warga.

Lebih lanjut, sistem restoratif ini didukung skema perdagangan karbon (carbon trading), di mana keuntungan dari transaksi tersebut dikembalikan untuk memperluas upaya pelestarian lingkungan. Rezal menekankan bahwa pendekatan ini diharapkan menjadi “solusi tanding” terhadap model konservasi yang sering tersendat akibat regulasi dan birokrasi yang justru merusak tenunan sosial masyarakat.

“Project Tampelas ini bukan sekadar inisiatif ekologis, melainkan laboratorium hidup untuk membangkitkan imajinasi dan semangat kolektif dalam merawat bumi kita bersama,” ujar lulusan Cornell University dan University of Hawaii itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Dua Akses Disiapkan ke Stasiun Whoosh Karawang

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Dua Akses Disiapkan ke Stas...
Megapolitan
Kapolda: Polisi Harus Peka ...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.