Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Jatim Dorong Modernisasi Tambak Garam, Bangkalan Jadi Percontohan Teknologi Geomembran

📅 Kamis, 30 Okt 2025, 22:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Jatim Dorong Modernisasi Tambak Garam, Bangkalan Jadi Percontohan Teknologi Geomembran Doc: ANTARA/HO-PT Garam
Ket. Arsip - Produksi garam dengan teknologi geomembran di lahan tambak garam Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

BANGKALAN – Produksi garam dengan teknologi geomembran sangat penting karena meningkatkan kualitas dan kuantitas garam, mempercepat waktu panen, serta mengurangi biaya operasional dalam jangka panjang.

Teknologi ini membantu petambak menghadapi cuaca yang tidak menentu dan mempermudah perawatan tambak.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur membantu petambak garam di Kabupaten Bangkalan meningkatkan hasil produksi garam dengan memanfaatkan teknologi geomembran.

"Selain produksi meningkat, dengan menggunakan teknologi ini hasil produksi garam juga jauh lebih bagus," kata Kepala Bilang Perikanan Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Kabupaten Bangkalan, Achmad Hidayat, di Bangkalan, Kamis.

Ia menjelaskan, teknologi garam geomembran merupakan metode produksi garam dengan menggunakan lembaran geomembran yang terbuat dari bahan HDPE (High Density Polyethylene) sebagai atas di dasar tambak.

Teknologi ini berfungsi untuk menahan air agar tidak meresap ke tanah, mencegah kontaminasi, dan mempercepat proses penguapan serta kristalisasi garam melalui penyerapan panas matahari.

"Dan dengan alat ini mampu menghasilkan garam yang lebih bersih, berkualitas, dan proses panen lebih cepat," katanya.

Hidayat menuturkan, jika dengan proses produksi manual masa produksi sekitar satu bulan, dengan geomembran hanya membutuhkan waktu sekitar 14 hari.

"Jadi, selain masa produksi lebih singkat, hasilnya juga jauh lebih banyak," katanya.

Melalui program ini, sambung Hidayat, Pemprov Jatim menginginkan agar produksi terus meningkat dengan kualitas baik.

"Tahun ini ada satu kelompok usaha garam yang mendapatkan bantuan, dan kami berharap ke depan akan lebih banyak petambak garam di Bangkalan ini yang menggunakan geomembran," katanya.

Selain di Bangkalan, teknologi geomembran juga digunakan oleh sebagian petambak garam di Kabupaten Sampang, Pamekasan, dan Kabupaten Sumenep.

"Yang menjadi kendala bagi petani karena biaya mahal. Tapi hasilnya memang memuaskan, sehingga bisa mempercepat proses produksi dengan hasil yang jauh lebih memuaskan," katanya.

Kabid DKPP Pemkab Bangkalan Achmad Hidayat, lebih lanjut ia menjelaskan, jika penggunaan teknologi geomembran ditetapkan, diyakini gerakan stop impor garam yang dicanangkan pemerintah bisa terlaksana dengan baik dengan hasil produksi yang melimpah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.