Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Siapa Bertanggung Jawab Atas Kekacauan Data Luar Biasa:10 Juta Rekening Bansos untuk Judol

📅 Rabu, 09 Jul 2025, 13:35 WIB | Oleh:
Siapa Bertanggung Jawab Atas Kekacauan Data Luar Biasa:10 Juta Rekening Bansos untuk Judol Doc: ist
Ket. judol

JAKARTA – Ini boleh dikatakan sebagai rekening palsu karena ternyata bantuan sosial (bansos) tidak untuk semestinya, malah buat berjudi online (judol). Sudah benar langkah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang membekukan rekening-rekening tersebut yang mencapai 10 juta.

PPATK menemukan rekening penerima bantuan sosial (bansos) yang dipergunakan untuk judi online alias judol. Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, PPATK telah membekukan 10 juta rekening bansos.

Masih ada uang yang bisa diselamatkan. Angkanya pun fantastis, 2 triliun rupiah. Kekacauan data yang luar biasa adalah ditemukannya rekening yang sudah tidak aktif tapi masih banyak uangnya. Ini aneh karena sudah tidak aktif selama lima tahun.

Saldonya, menurut PPATK, ada yang mencapai jutaan rupiah. Pertanyaannya bagaimana bisa terjadi seperti ini. Siapa yang harus bertanggung jawab.

PPATK akan bekerja sama dengan Kementerian Sosial untuk mendalami rekening penerima bansos. Kemensos menggelar rapat koordinasi nasional bersama para kepala Dinas Sosial di seluruh Indonesia terkait implementasi penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Kami selenggarakan rakornas beserta seluruh kadinsos dalam rangka menyatukan pemahaman, persepsi DTSEN," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf . Menurutnya, Badan Pusat Statistik adalah leading sector dalam penyaluran bantuan sosial (bansos). BPS, terus memperkuat DTSEN dan memutakhirkan data dari waktu ke waktu untuk memperbarui data penerima bansos.

BPS melakukan pemutakhiran DTSEN melalui ground check. "Kita ingin pemutakhiran berkala ini membuat data makin akurat. Yang melakukan validasi akhir adalah BPS, bukan lagi Kementerian Sosial atau kementerian yang lain,” ujar Saifullah.

Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan ground check untuk mengecek inclusion error dan exclusion error pada penyaluran bansos tahap 1 sehingga dapat menyempurnakan DTSEN untuk penyaluran tahap berikutnya.

"Hasil ground check digunakan BPS untuk memutakhirkan DTSEN. Proses berkelanjutan demi penyempurnaan dan pengelolaan DTSEN jangka panjang," kata Amalia Adininggar Widyasanti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.