Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lebih dari 5 Juta Pelanggan Maskapai Qantas Terdampak Serangan Siber

📅 Rabu, 09 Jul 2025, 19:51 WIB | Oleh:
Lebih dari 5 Juta Pelanggan Maskapai Qantas Terdampak Serangan Siber Doc: AFP/DAVID GRAY

SYDNEY - Maskapai penerbangan Australia Qantas telah mengonfirmasi bahwa lebih dari 5 juta pelanggan terdampak oleh serangan siber pada akhir Juni.

Menurut pernyataan Qantas pada Rabu (9/7), analisis forensik menemukan bahwa data pribadi 5,7 juta pelanggan terekspos dalam serangan yang terjadi pada 30 Juni lalu terhadap sistem pihak ketiga yang digunakan oleh pusat panggilan (call center) luar negeri.

Dari 5,7 juta data pelanggan tersebut, pihak maskapai mengatakan bahwa 2,8 juta data yang terekspos berisi nama, alamat surel, dan nomor frequent flyer Qantas, serta 1,2 juta data hanya berisi nama dan alamat surel.

Sementara itu, 1,7 juta sisanya memiliki lebih banyak data dalam sistem yang dibobol, termasuk alamat, tanggal lahir, nomor telepon, dan preferensi makanan.

Vanessa Hudson, chief executive Qantas Group, mengatakan bahwa maskapai penerbangan tersebut pada Rabu mulai menghubungi para pelanggan untuk memberi tahu mereka tentang bidang data pribadi spesifik yang tersimpan dalam sistem yang diretas.

"Sejak insiden tersebut, kami telah menerapkan sejumlah langkah keamanan siber tambahan untuk meningkatkan perlindungan data pelanggan kami, dan terus meninjau apa yang terjadi," ujarnya.

Qantas mengumumkan serangan tersebut pada 2 Juli, dan pada Senin (7/7) maskapai penerbangan tersebut mengatakan pihaknya telah dihubungi oleh seorang peretas (hacker) yang mengaku bertanggung jawab atas pembobolan data tersebut.

Hudson pada Rabu (9/7) mengatakan bahwa Qantas terus berkomunikasi dengan Koordinator Keamanan Siber Nasional Australia, Pusat Keamanan Siber Australia, dan Kepolisian Federal Australia sehubungan dengan insiden tersebut.

Para pelanggan diimbau untuk tetap waspada, terutama terhadap surel, panggilan telepon, dan pesan yang pengirim atau peneleponnya mengklaim sebagai bagian dari Qantas.

Qantas mengatakan bahwa tidak ada data pribadi yang dicuri dalam serangan tersebut yang dirilis dan pihaknya terus memantau secara aktif dengan dukungan dari para spesialis keamanan siber. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.