Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Soundscape Meratus: Ketika Alam Bicara, Kita Mendengar

📅 Selasa, 08 Jul 2025, 18:32 WIB | Oleh:

Hasil rekaman tersebut juga dimanfaatkan untuk mengedukasi wisatawan terkait kondisi alam di sekeliling mereka dan pentingnya pelestarian lingkungan.

Listening trail

Pemanfaatan lanskap suara bisa menjadi strategi menarik wisatawan, terutama dalam wisata berbasis alam, budaya, dan pengalaman imersif (immersive tourism).

Beberapa kawasan wisata dunia sudah mengembangkan listening trail atau jalur mendengarkan. Dalam “wisata diam” ini, pengunjung tidak diajak untuk berburu foto atau merekam dengan video –dua hal yang sudah menjadi aktivitas wajib bagi wisatawan. Namun mereka diminta untuk diam dan mendengarkan.

Aktivitas ini akan membangun kesadaran bahwa alam sebenarnya tidak pernah diam, hanya kita saja yang mungkin terlalu berisik untuk mendengarkan. Kesadaran bahwa mungkin saja kita tanpa sengaja telah mengganggu simfoni yang sudah lama ada dengan suara-suara keras, baik berupa suara manusia maupun suara alat buatan manusia.

Wisata diam semacam ini tentunya membutuhkan semacam zona hening di kawasan tertentu dan membatasi jumlah pengunjung. Di kawasan hutan hujan tropis Kahung di Kabupaten Banjar misalnya, zona hening perlu dibuat agar satwa liar seperti beruang madu dan monyet tetap nyaman tinggal di salah satu situs Geopark Meratus ini.

Membentuk ikatan emosional

Pelestarian, dalam konteks geopark, bukan hanya soal hutan dan satwa di dalamnya, namun juga pelestarian budaya. Meratus memiliki kekayaan budaya akustik, diantaranya alat musik tradisional seperti sape, tarian ritual yang biasanya diiringi musik dan nyanyian, serta mantra dan doa yang dirapalkan balian Dayak Meratus.

Begitu juga suara layang-layang Dandang –layang-layang berbentuk persegi panjang yang dipasang tabung bambu di atasnya dan menghasilkan suara berdengung saat tertiup angin— yang merupakan warisan budaya Banjar. Kalayangan Dandang Dengung juga merupakan satu situs di Geopark Meratus di Kabupaten Tapin.

Tradisi yang layak dilestarikan ini bisa dijadikan bagian dari wisata edukatif, mengenalkan identitas akustik Meratus kepada dunia.

Bryan C. Pijanowski dalam studinya pada 2011 menyebutkan bahwa lanskap suara memengaruhi pengalaman wisatawan. Suara memiliki peran kunci dalam membentuk persepsi wisatawan terhadap tempat.

Studi Pijanowski tersebut memperkuat argumen bahwa lanskap suara bukan hanya elemen tambahan, namun merupakan inti dari pengalaman wisata yang mendalam. Pengalaman wisata berbasis suara selain lebih ramah lingkungan juga memberi kesan mendalam secara emosional. Wisatawan cenderung lebih terikat secara emosional dengan pengalaman multisensorik, terutama visual dan audio.

Untuk memberikan pengalaman lebih bagi pengunjung, pusat informasi Geopark Meratus perlu menyediakan instalasi suara yang menggabungkan rekaman suara alam dan budaya Meratus. Sehingga ketika wisatawan berkunjung ke Pusat Informasi Geopark Meratus, saat menggali informasi mengenai budaya Dayak Meratus misalnya, mereka akan ditemani oleh suara balian yang tengah merapalkan mantra.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

4 Tempat Usaha Don Ritto Mulai Disisir Petugas Kejagung

19 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
4 Tempat Usaha Don Ritto Mu...

Warga Akan Lebih Sehat Bila Tinggal di Rumah yang Layak Huni

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Warga Akan Lebih Sehat Bila...

ASN Yang Segera Memasuki Masa Pensiun Perlu Persiapan

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
ASN Yang Segera Memasuki Ma...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.