RI Masih Hadapi Fase Deindustrialisasi yang Berkepanjangan
📅 Selasa, 08 Jul 2025, 01:20 WIB | Oleh: Tim RedaksiPerkembangan teknologi informasi telah mengubah cepat struktur industri yang seharusnya pada level pendapatan per kapita menengah, sektor industri masih mendominasi. Namun ternyata industri jasa mampu memanfaatkan terutama dalam perdagangan, sehingga menyalip sektor manufaktur. Namun sayangnya sektor jasa tidak banyak menyerap tenaga kerja.
Oleh karena itu menurutnya perencanaan industri harus meningkatkan kontribusi industri manufaktur yang punya daya serap tenaga kerja tinggi. “Dengan demikian dapat menciptakan struktur ekonomi yang kuat,”ungkapnya.
Untuk meningkatkan kontribusi manufaktur, maka Pemerintah harus mempercepat hilirisasi.
Secara terpisah, peneliti Sustainability Learning Center (SLC) Hafidz Arfandi mendorong agar industrialisasi dan hilirisasi ditingkatkan lagi. Selain akan meningkatkan kontribusi sektor manufaktur, manfaat lain dari industrialisasi ialah memperkecil ketimpangan ekonomi, sebab salah satu faktor ketimpangan adalah fondasi ekonomi Indonesia masih dominan di sektor ekstraktif yang mengeruk kekayaan sumber daya alam (SDA).
Sebaiknya Anda baca juga:
Ekstraktifisme dikerjakan dengan padat modal, sehingga hanya segelintir pemilik modal besar yang dapat beroperasi di bisnis ini, misalnya pertambangan dan kehutanan (pemegang hph/hak pengusahaan hutan).
Ekstraktifisme sendiri merupakan ekonomi jangka pendek dengan rata-rata usia ekonominya hanya 20-30 tahun, lalu habis. Studi di Chile menunjukan kemerosotan kelas menengah, terjadi akibat ekonomi ekstraktif yang pada akhirnya dalam jangka panjang menumbuhkan ketimpangan ekstrem.
“Jadi untuk bisa mengatasi kemiskinan adalah menempatkan ekstraktifisme sebagai pilihan terakhir dalam pembangunan, fokuskan dulu potensi ekonomi yang dapat berdampak luas ke masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!