Benua Eropa Membara! Gelombang Panas Telan Korban Jiwa, Infrastruktur Lumpuh, dan Kebakaran Liar Mengganas
📅 Senin, 07 Jul 2025, 15:25 WIB | Oleh: Alfina FebriyanaHingga awal Juli 2025, delapan orang dinyatakan meninggal dunia akibat gelombang panas ini:
- Spanyol: 4 korban jiwa, termasuk dua petugas pemadam kebakaran di Catalonia.
- Prancis: 2 orang meninggal.
- Italia: 2 orang lansia tewas di pantai Sardinia akibat suhu ekstrem.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tren Mengerikan: Kematian Akibat Panas Kian Meningkat
2023: 47.690 orang meninggal akibat gelombang panas di Eropa (data ISGlobal).
2022: Lebih dari 60.000 orang tewas, dengan puncaknya pada Juli.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rata-rata 1991–2020: Sekitar 44.000 kematian akibat panas tiap tahun, angka yang diperkirakan melonjak drastis karena perubahan iklim.
Apa Itu Gelombang Panas?
Gelombang panas adalah fenomena ketika suhu udara jauh lebih tinggi dari rata-rata dan berlangsung berhari-hari hingga berminggu-minggu. Kondisi ini terjadi akibat tekanan tinggi yang menahan udara panas di permukaan dan menghambat pembentukan awan, membuat sinar matahari langsung membakar tanah dan udara sekitarnya.
Perubahan iklim memperparah frekuensi dan durasi gelombang panas di seluruh dunia dan Eropa kini menjadi medan tempur nyata dari krisis tersebut.
Gelombang panas bukan sekadar cuaca buruk, tapi alarm darurat iklim global yang tak bisa lagi diabaikan. Saat nyawa terus melayang dan sistem sosial diuji, dunia harus bertindak lebih cepat, lebih sigap, dan lebih serius.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!