Cerita Inspiratif UMKM Lokal dalam Ciptakan Sambal yang Digemari
📅 Minggu, 06 Jul 2025, 19:05 WIB | Oleh: Haryo BronoSambal Nagih selalu menggunakan bahan baku terbaik dan menolak menurunkan standar demi efisiensi biaya. Bahkan dalam pengemasan, setiap detail diperhatikan: dikemas dalam toples bersegel, kardus berdesain menarik, dan dibungkus bubble wrap untuk memastikan keamanan pengiriman sekaligus tampilan yang layak sebagai oleh-oleh.
Perlu Keberanian
Bagi Anita, membangun Sambal Nagih bukan hanya soal menciptakan produk, tapi juga tentang mewujudkan visi: menjadikan sambal sebagai simbol keberanian anak muda dalam melestarikan cita rasa lokal lewat inovasi yang relevan. Pada usianya yang belum menginjak 30 tahun, ia telah membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk memulai, selama ada kemauan, konsistensi, dan keberanian untuk belajar.
“Anak muda punya peran besar dalam menjaga budaya, termasuk lewat makanan. Kita nggak harus selalu menciptakan sesuatu yang baru dari nol, kadang yang dibutuhkan adalah keberanian untuk membungkus kembali apa yang sudah kita cintai sejak kecil, seperti mengolah sambal dengan cara yang lebih kekinian,” jelas Anita.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!