Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transplantasi Ginjal, Kini Jauh Lebih Mudah, Tak Harus Cuci Darah Dulu

📅 Kamis, 03 Jul 2025, 00:30 WIB | Oleh:
Transplantasi Ginjal, Kini Jauh Lebih Mudah, Tak Harus Cuci Darah Dulu Doc: ist
Ket. ginjal

JAKARTA – Kalau dulu untuk transplantasi ginjal lebih rumit, kini perkembangan dunia medis, mempermudah. Dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialis ginjal hipertensi  Dr dr Maruhum Bonar Hasiholan Marbun, Sp.PD-KGH mengatakan, transplantasi ginjal bisa dilakukan untuk pasien gagal ginjal kronik. Kini tanpa harus menunggu menjalani cuci darah.

Dialisis atau cuci darah kondisinya berbeda dengan yang dipersiapkan pada pasien transplantasi ginjal. Menurutnya, dialisis merupakan terapi pengganti yang masuk ke dalam program transplantasi ginjal.

"Soalnya ini kadang-kadang suka jadi perdebatan. Kalau orang sudah cuci darah 10 tahun baru melakukan transplantasi. Sebenarnya salah itu. Jadi setiap pasien gagal ginjal tahap akhir, sudah menjadi kandidat untuk transplantasi," katanya dalam diskusi mengenai transplantasi ginjal di Jakarta.

Ketua Indonesian Transplantation Society (Inats) itu menjelaskan, pasien gagal ginjal yang ideal untuk dilakukan transplantasi justru yang baru dilakukan dialisis, sekurangnya dari satu tahun. Bahkan, ada lagi pendekatannya seperti transplantasi ginjal pre-emptif. Di sini pasien sudah divonis mengalami gagal ginjal kronik tahap akhir, namun belum memulai proses dialisis.

Menurut Maruhum, semakin lama pasien gagal ginjal kronik menjalani dialisis, maka potensi komplikasi metabolik dan medis lainnya semakin meningkat. "Jadi makin sulit untuk dilakukan transplantasi. Yang sering, kita mendapatkan pasien terlambat datang ke kita untuk mempersiapkan transplantasi ginjal," jelasnya.

Ketua Tim Transplantasi Ginjal Di RSU Bunda itu menyarankan setiap orang yang mengalami gangguan fungsi ginjal harus segera memeriksakan diri ke rumah sakit. Harapannya, supaya dokter dapat mengevaluasi apakah kondisinya sudah termasuk gagal ginjal atau belum.

Transplantasi juga diharapkan dapat meminimalisasi perawatan jangka panjang yang harus ditanggung pasien dan keluarga, serta meningkatkan angka harapan dan kualitas hidup mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.