Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kusala Sastra Khatulistiwa, Semangat Baru Majukan Sastra Indonesia

📅 Kamis, 03 Jul 2025, 16:05 WIB | Oleh:
Kusala Sastra Khatulistiwa, Semangat Baru Majukan Sastra Indonesia Doc: antara foto
Ket. Malam Anugerah Kusala Sastra Khatulistiwa

JAKARTA - Malam Anugerah Kusala Sastra Khatulistiwa (KSK) kembali digelar pada Sabtu (28/6), setelah dua tahun vakum, menandai semangat baru dalam memajukan sastra Indonesia.

Bertempat di Graha Utama, Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, anugerah ini menjadi simbol kerja kolaboratif lintas sektor dalam mendukung ekosistem sastra nasional.

KSK 2025 diselenggarakan oleh Yayasan Richard Oh Kusala Indonesia (YRKI) dengan dukungan Dana Indonesiana, Kementerian Kebudayaan, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), serta sponsor swasta seperti PT Astra International, Bank BRI, Falcon Pictures, dan lainnya.

Direktur Program KSK, Gema Laksmi Mawardi dalam keterangannya pada Kamis (3/7) menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini melibatkan tiga kurator sastra, yaitu Eka Kurniawan, Hasan Aspahani, dan Nezar Patria.

“KSK bukan hanya tentang siapa yang menang, tapi bagian dari gerakan bersama menghidupkan kembali ruang apresiasi sastra secara berkelanjutan,” ujarnya.

Penghargaan diberikan dalam tiga kategori: kumpulan cerpen, novel, dan puisi, masing-masing dengan hadiah Rp100 juta dan trofi karya perupa Cecil Mariani. Karya-karya terpilih dinilai berdasarkan kekuatan estetika, eksplorasi bahasa, serta relevansi sosial.

Kurator KSK menekankan pentingnya melihat sastra sebagai bagian dari ekosistem budaya. Selain pemberian penghargaan, KSK 2025 juga menggelar diskusi pemetaan ekosistem sastra dan menyusun buku tinjauan perkembangan sastra Indonesia.

Penyelenggara juga mengenang para tokoh yang telah berpulang, termasuk Richard Oh, pendiri KSK, yang selama dua dekade menghidupkan penghargaan ini. Ia dikenang sebagai sosok yang mencintai sastra dan bekerja tanpa pamrih.

Adapun pemenang KSK 2025 adalah Sasti Gotama (cerpen), Cicilia Oday (novel), dan Esha Tegar Putra (puisi), yang dinilai berhasil menyuarakan realitas dan imajinasi melalui karya-karya kuat dan khas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.