Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BIPA Dorong Internasionalisasi Sastra Indonesia

📅 Rabu, 20 Sep 2023, 19:44 WIB | Oleh:
BIPA Dorong Internasionalisasi Sastra Indonesia Doc: Muhamad Ma'rup
Ket. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), E. Aminudin Aziz, dalam Seminar Antarbangsa Kesusastraan Asia Tenggara, di Jakarta, Rabu (20/9).

JAKARTA - Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), E. Aminudin Aziz, mengatakan, pihaknya menjadikan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sebagai bagian dari upaya internasionalisasi sastra Indonesia. Hal tersebut mengingat sastra sebagai bagian integral dan utuh dari bahasa.

"Ketika bicara tentang BIPA itu artinya ketika kita membuanakan bahasa, menginternasionalisasi bahasa, sesungguhnya kita juga menginternasionalkan sastra," ujar Aminudin, dalam Seminar Antarbangsa Kesusastraan Asia Tenggara, di Jakarta, Rabu (20/9).

Dia mengatakan, pemerintah berkomitmen menginternasionalisasi penggunaan bahasa Indonesia sesuai Undang-undang nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lembaga Negara, serta Lagu Kebangsaan. Dalam BIPA, pihaknya mengembangkan bahan ajar sastra pada tingkat dasar dan tingkat terampil.

Aminudin menambahkan, dalam BIPA juga diajarkan praktik penulisan dan pembacaan karya sastra. Menurutnya, ada kebutuhan pembelajaran Bahasa Indonesia bukan untuk komunikasi sehari-hari, tapi juga untuk mempelajari sastra Indonesia secara lebih mendalam.

"Di Mesir, para pemelajar BIPA menuntut kami untuk menyediakan kelas lanjut untuk kajian-kajian sastra. Ini jadi tantangan tersendiri karena minat mempelajari sastra indonesia ternyata begitu besar," katanya.

Dia memaparkan, saat ini program BIPA diselenggarakan di 52 negara dengan 185 lembaga penyelenggara. Ada 307 penugasan pengajar BIPA untuk mengajar sekitar 154.000 orang pemelajar. "Kami juga akan menyiapkan peta jalan internasionalisasi sastra indonesia baik melalui program BIPA maupun non BIPA," ucapnya.

Aminudin mengungkapkan, pihaknya akan membentuk tim kurator untuk mengkurasi dan menentukan karya sastra sesuai kriteria dan standar sastra dunia. Untuk kriteria, pihaknya menggunakan 7 standar berdasarkan buku English Literature karya William J. Long yaitu Universalitas, artistik, nilai intelektual, sugestif, nilai spiritual, keabadian, gaya.

"Yang menjadi persoalan mendefinisikan hakikat sastra indonesia terkait substansi, gaya, latar, estetika. Ini yang akan menentukan entitas atau ciri khas dari sastra indonesia itu apa. Keindonesiaan kita dibangun dari berbagai macam kemajemukan, maka mendefinisikan sastra indonesia harus mendefinisikan kemajemukan itu," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
BPBD DKI Jakarta Lakukan Op...

Banjir Bandang Melanda Solok

1 jam lalu | Fajar Alim M

Daerah
Banjir Bandang Melanda Solok
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.