Mau Mendaki Gunung? Persiapkan Hal Penting Ini Lebih Dulu
📅 Selasa, 01 Jul 2025, 13:33 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
JAKARTA - Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Universitas Indonesia, dr. Pande Putu Agus Mahendra, M.Gizi, Sp.GK, menegaskan bahwa kesiapan fisik dan pola makan seimbang menjadi faktor krusial sebelum melakukan aktivitas wisata ekstrem seperti mendaki gunung.
“Indikator utama di tingkat kebugaran tubuh, seperti tanda vital di tekanan darah, denyut jantung, dan juga faktor pemulihan tubuh," kata dr. Pande ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (1/7).
Ia menegaskan pentingnya menakar kondisi tubuh secara menyeluruh sebelum melakukan pendakian.
Selain indikator utama tersebut, pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh atau medical check-up juga sangat disarankan, terutama bagi pendaki pemula.
Menurut dia, medical check-up sangat penting untuk mengetahui batasan kemampuan tubuh karena pada saat pendakian gunung, akan ada perubahan tekanan udara, kelembapan, kadar oksigen, dan kondisi lainnya yang membutuhkan adanya respons tubuh.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terkait batasan usia atau kondisi medis tertentu, dr. Pande menjelaskan bahwa selama kondisi tubuh bugar, tidak ada gangguan pada curah jantung dan fungsi ginjal, serta sudah menjalani proses latihan fisik terkontrol, maka aktivitas mendaki tetap dapat dilakukan.
Anggota tim Monev Medis dan Nutrisi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) itu merekomendasikan latihan fisik seperti latihan sistem kardiovaskular dan weight training, yang idealnya dimulai tiga bulan sebelum pendakian.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memperhatikan pola makan dengan gizi seimbang, serat larut, serta karbohidrat kompleks berpati sebagai sumber energi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, ia menyarankan untuk menghindari makanan berfermentasi.
Selanjutnya, hidrasi juga merupakan hal penting, di mana penguapan cairan tubuh tetap terjadi meski dalam kondisi dingin.
Oleh karena itu, menjaga keseimbangan cairan dengan mengontrol pola minum menjadi hal krusial.
Mengenai suplemen, dr. Pande menilai tidak diperlukan bila kondisi tubuh fit, terlatih, dengan gizi dan hidrasi yang cukup.
“Kecuali pada kondisi khusus, dan itu akan berbeda pada tiap individu,” kata Internasional Doping Controller Officer tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!