Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menakjubkan, Pendakian Gunung Tambora

📅 Selasa, 17 Jun 2025, 11:15 WIB | Oleh:
Menakjubkan, Pendakian Gunung Tambora Doc: ANTARA/Ady Ardiansah
Ket. Para pendaki menikmati matahari terbit di atas puncak Gunung Tambora yang berada di wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Bima, Nusa Tenggara Barat -- Di langit biru yang bersih dari awan, matahari bersinar terik menumpahkan panas ke bumi Sanggar, sebuah kecamatan di lereng utara Gunung Tambora, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Di tengah deburan suara ombak, angin pantai, dan aroma hutan kering tampak 25 orang memenuhi kantor Resort Piong di Balai Taman Nasional Tambora. Itu adalah awal perjalanan menuju puncak tertinggi di Pulau Sumbawa, mahkota megah yang menciptakan letusan paling dahsyat dalam catatan sejarah modern peradaban manusia pada 1815.

Jejak pertama menuju puncak Gunung Tambora bukan dimulai dari kaki yang melangkah, tetapi dari mata yang mengamati dan hati yang menyelami.

Di Desa Piong,  anggota DPR RI Komisi IV  Johan Rosihan mengawali kunjungannya dengan mengamati satu hal yang sering luput dari perhatian berupa denyut kerja di balik sebuah kantor resort kecil.

Bangunan itu sederhana. Kantor Resort Piong berdiri di sela-sela pemukiman warga, nyaris tak terlihat oleh tamu yang lewat. Plang resort hampir tertutup oleh beberapa bangunan dan letaknya tak strategis. Di mata Johan, kantor itu justru menyimpan sesuatu yang lebih dari sekadar fungsi administrasi.

“Saya melihat bagaimana mereka bekerja dalam senyap, tanpa fasilitas yang memadai, tapi semangatnya luar biasa. Mereka menutup kekurangan dengan kebersamaan,” ucap legislator berusia 52 tahun saat berkunjung ke Desa Piong, awal Mei.

Johan sempat terdiam di halaman kantor, memandangi para petugas yang tampak sibuk. Beberapa orang menyiapkan logistik dan ada pula yang bertugas memeriksa kendaraan. Tak ada hiruk-pikuk birokrasi, hanya ada percakapan ringan dan koordinasi yang mengalir alami.

Menjelang pukul 14.00 WITA, rombongan mulai bersiap. Di halaman kantor, Kepala Resort Piong Yoga Ari Wibowo berdiri di hadapan pendaki. Wajahnya tenang dan penuh antusiasme.

Dia berkelakar tentang medan yang berat, namun itu sepadan dengan keindahan puncak Gunung Tambora yang menantikan kedatangan mereka.

Tiga unit kendaraan off-road menyala menciptakan suara khas mesin diesel yang memecah hening. Posisi depan ditempati mobil tua berwarna merah kusam yang merupakan armada milik Balai Taman Nasional Tambora.

Perjalanan dimulai dari Desa Piong menuju Desa Oi Saro, titik awal pendakian ke Gunung Tambora. Angin darat menerpa wajah, membawa aroma tanah kering dan dedaunan jatuh. Jalan aspal perlahan berubah menjadi tanah merah dan kerikil lepas.

Usai 15 menit, rombongan pendaki mulai memasuki hutan. Pepohonan berdiri seperti penjaga waktu. Daun-daun bergoyang pelan seakan menyambut mereka ke wilayah yang lebih sunyi dan lebih dalam.

Hutan itu tidak hanya menyimpan flora dan fauna, tetapi juga sejarah dan harapan yang menyertai setiap perjalanan.

Mesin mobil terus meraung, suspensi diuji, dan tubuh berguncang. Namun, tak ada keluh. Di setiap tikungan dan tanjakan terasa semacam kesepakatan diam—semua tahu bahwa Tambora tak memberi jalan mudah, tetapi selalu menjanjikan ganjaran di bagian paling ujung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.