Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Disperindag OKU Baru Awasi Pasar Tradisional, Tapi Mafia Harga Masih Bebas Melenggang?

📅 Selasa, 01 Jul 2025, 14:47 WIB | Oleh: Tim Penulis
Disperindag OKU Baru Awasi Pasar Tradisional, Tapi Mafia Harga Masih Bebas Melenggang? Doc: ANTARA/ Edo Purmana
Ket. Warga Kabupaten OKU membeli bawang dan cabai di Pasar Baru Baturaja, Selasa.

BATURAJA – Penting untuk meningkatkan pengawasan di pasar tradisional karena pasar ini merupakan pusat kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya di daerah.

Pengawasan yang baik dapat menjaga keamanan pangan, mencegah praktik curang, serta meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan konsumen.

Selain itu, pengawasan juga dapat mendukung keberlangsungan pasar tradisional sebagai roda penggerak ekonomi daerah.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan meningkatkan pengawasan di pasar tradisional di daerah itu untuk menjaga harga kebutuhan pokok agar tetap stabil tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET) pemerintah.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Disperindag OKU, Irfan Maradona di Baturaja, Selasa (1/7) mengatakan bahwa pihaknya menerjunkan tim ke sejumlah pasar tradisional untuk memastikan sembako yang dijual pedagang tidak melebihi HET pemerintah.

Pengawasan tersebut dilakukan di tiga pasar tradisional di Kota Baturaja yang menjadi pusat jual beli masyarakat yaitu Pasar Atas, Pasar Sriwijaya dan Pasar Baru Baturaja.

"Monitoring pasar kami lakukan dua kali dalam sepekan mengingat hingga saat ini masih terdapat beberapa harga sembako yang mengalami lonjakan harga, namun masih dalam batas kewajaran," katanya.

Seperti harga beras medium saat ini terpantau di tingkat pedagang mencapai Rp13.500 per kilogram (Kg) atau naik dari sebelumnya13.000/Kg, beras medium melonjak dari Rp14.000/Kg menjadi Rp15.000/Kg.

Termasuk cabai merah mengalami lonjakan harga dari Rp30.000/Kg menjadi Rp41.000/Kg, dan cabai rawit dari sebelumnya Rp41.000/Kg menjadi Rp48.000/Kg.

Menurut dia, tingginya harga komoditas khususnya pada cabai tersebut disebabkan karena pasokan terbatas akibat cuaca ekstrem hingga menyebabkan petani gagal panen.

"Kondisi seperti inilah yang sering kali dimanfaatkan oleh oknum pedagang untuk menaikkan harga kebutuhan pokok melebihi HET sehingga harus diantisipasi agar tidak merugikan masyarakat," tegasnya.

Irfan menegaskan pihaknya akan terus memantau harga kebutuhan pokok guna memastikan tidak ada oknum pedagang yang menaikkan harga sembako melebihi HET untuk mencari keuntungan tinggi.

"Kami juga mengimbau pedagang tidak menaikkan harga sembako melebihi ketetapan ataupun menimbun barang agar tidak mendapat sangsi tegas sesuai aturan yang berlaku," tegas dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Boleh Juga Jalan-jalan ke K...
Daerah
Skabies Menyerang Warga Bin...
Daerah
Antisipasi Banjir, Pemkot D...
Daerah
Gempa Bumi M6.1 Guncang Sum...
Advertisement
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.