Tragis, Seorang Kakek di Tanggamus, Lampung, Tewas Diterkam Buaya
📅 Senin, 30 Jun 2025, 17:33 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: antara foto
LAMPUNG – Nasib tragis dialami seorang kakek bernama Wasim (80) warga Pekon (Desa) Sripurnomo, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung, yang tewas usai serangan buaya saat sedang mencuci kaki di Sungai Way Semaka,Senin (30/6).
Kapolsek Semaka AKP Sutarto saat dihubungi dari Lampung Selatan Senin mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, dimana ada seorang kakek dilaporkan telah menjadi korban serangan buaya di Sungai Semaka.
"Korban berhasil ditemukan dalam tempo satu jam atau pukul 13.00 WIB, setelah buaya timbul dengan membawa korban di mulutnya," kata dia
Dirinya menjelaskan, sebelum kejadian naas itu terjadi, korban terlihat oleh saksi mata sedang membersihkan rumput di pekarangan belakang rumahnya yang berbatasan langsung dengan aliran sungai.
Lanjut dia, setelah selesai membersihkan rumput, korban diduga mandi di sungai. Saat itulah buaya tiba-tiba muncul dan langsung menggigit tubuh korban.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Yusroni, yang kebetulan berada di kebun dekat lokasi dan melihat pakaian korban tertinggal serta seekor buaya yang bergerak mencurigakan di permukaan air,” ucapnya.
Karena curiga, saksi langsung memanggil warga lainnya untuk menolong korban yang terlihat masih berada di mulut buaya sedang diseret ke tengah sungai.
“Sungai yang saat itu dalam kondisi dangkal membuat warga nekat turun dan melempari buaya dengan batu secara beramai-ramai. Setelah beberapa kali dilempari, buaya akhirnya melepaskan tubuh korban. Namun saat dievakuasi, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kapolsek Semaka mengungkapkan, bahwa pihaknya bersama aparat Pekon sudah berulang kali memberikan imbauan kepada warga agar tidak melakukan aktivitas di sekitar sungai, mengingat daerah tersebut merupakan habitat buaya.
"Kami terus mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak beraktivitas sembarangan di sekitar sungai, demi mencegah peristiwa serupa terulang kembali," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!