Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Papua Ingin Percepat Selesaikan Batas Wilayah untuk Menghindari Konflik

📅 Senin, 30 Jun 2025, 17:45 WIB | Oleh:
Papua Ingin Percepat Selesaikan Batas Wilayah untuk Menghindari Konflik Doc: ist
Ket. daerah papua

MANOKWARI– Penyelesaian batas wilayah adat harus dituntaskan sebelum pemekaran daerah otonom baru (DOB). Harapan ini datang dari Majelis Rakyat Papua Barat.

Ketua Kelompok Kerja Adat MRPB Musa Mandacan di Manokwari, Senin, mengatakan penetapan batas wilayah adat pascapemekaran yang belum tuntas berpotensi menimbulkan konflik sosial. "Batas wilayah adat itu sangat penting sebelum pemerintah menetapkan batas wilayah administrasi," kata Musa.

Menurutnya, pemerintah daerah sudah semestinya melibatkan sejumlah pemangku kepentingan seperti MRPB, DPRP, DPRK, dan lembaga adat saat proses penetapan batas wilayah adat tersebut. Hasil penetapan batas wilayah adat kemudian dicantumkan dalam peraturan daerah (perda) sebagai landasan hukum yang dapat dipertanggungjawabkan sekaligus mencegah permasalahan.

"Sekarang ini ada beberapa daerah di Papua Barat yang mau dimekarkan, seperti DOB Kota Manokwari dan DOB Kabupaten Manokwari Barat," ujarnya. Selain batas wilayah adat, Musa juga menyarankan agar pemerintah daerah menggunakan nama distrik atau kecamatan sesuai dengan kultur sosial masyarakat dan kearifan lokal Papua Barat.

Penggunaan nama dimaksud merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam melestarikan identitas asli Papua Barat, sehingga mudah tidak tergerus oleh perkembangan zaman. "Saya setuju dengan sikap Pemerintah Kabupaten Manokwari yang mau ubah nama distrik. Pakai nama-nama kearifan lokal saja," ucap Musa.

Dia berharap Presiden Prabowo Subianto mencabut moratorium pemekaran kabupaten/kota, sehingga usulan pembentukan DOB dari Papua Barat terealisasi sesuai ekspektasi masyarakat.

Ada sejumlah manfaat pemekaran wilayah, antara lain mengurangi rentang kendali pelayanan pemerintah, mempercepat pemerataan pembangunan, dan optimalisasi pengelolaan potensi daerah. "Kita ketahui bersama, jarak antara satu kabupaten dengan kabupaten yang lain di Papua Barat ini sangat jauh. Tidak semua bisa pakai jalur darat," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Dua Akses Disiapkan ke Stasiun Whoosh Karawang

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Dua Akses Disiapkan ke Stas...
Megapolitan
Kapolda: Polisi Harus Peka ...
Megapolitan
Tobat Ekologis Perkuat Adiw...
Luar Negeri
Ekspor Tiongkok Melonjak, A...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.