Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD: Waspadai Bahaya Material Vulkanik Gunung Semeru

📅 Selasa, 23 Des 2025, 01:05 WIB | Oleh:
BPBD: Waspadai Bahaya Material Vulkanik Gunung Semeru Doc: PVMBG

LUMAJANG - Masyarakat di sekitar Gunug Semeru diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya jutaan meter kubik material vulkanik. BPBD Kabupaten Lumajang mengingatkan bahwa material itu dapat turun sewaktu-waktu, terutama saat terjadi erupsi dan hujan deras.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan material vulkanik tersebut berpotensi menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan warga. Khususnya bagi mereka yang beraktivitas di sekitar kawasan aliran sungai berhulu Semeru.

“Ada jutaan meter kubik material vulkanik Semeru yang menjadi potensi bahaya bagi warga. Sehingga kami mengimbau masyarakat dan penambang mematuhi arahan dari petugas,” kata Isnugroho dalam keterangannya, Senin (22/12).

Ia menjelaskan, Gunung Semeru memiliki tipe letusan vulkanian dan strombolian dengan karakteristik letusan eksplosif yang dapat terjadi beberapa kali dalam satu jam. Aktivitas erupsi umumnya berasal dari Kawah Jonggring Seloko yang berada di sisi tenggara puncak Mahameru.

Menurut Isnugroho, BPBD Lumajang terus memantau aktivitas Gunung Semeru. Di antaranya, melalui koordinasi intensif dengan petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

“Setiap malam terlihat lava pijar turun dari puncak Semeru. Kondisi ini menandakan tekanan magma sudah berada pada kedalaman dangkal,” ujar dia.

Saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Karena itu, BPBD meminta masyarakat dan penambang pasir mematuhi rekomendasi yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara. Khususnya di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Selain itu, warga juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Karena berpotensi terlanda awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

“Warga juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” kata dia.

Isnugroho juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi awan panas, guguran lava. Serta lahar di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di Gunung Semeru.

Daerah rawan tersebut meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat. Serta sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.

Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul rilis peringatan cuaca ekstrem dari BMKG yang berlaku di Jawa Timur pada 21–31 Desember 2025. Termasuk di Kabupaten Lumajang.

“Potensi cuaca ekstrem ini dipicu oleh aktifnya monsun Asia dan adanya bibit siklon tropis 93S di Samudera Hindia selatan Jawa Barat yang berdampak hingga Jawa Timur,” ujar dia seraya menambahkan bahwa warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai agar waspada terhadap potensi banjir lahar dingin Gunung Semeru, terutama saat intensitas hujan meningkat. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.