Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Prabowo Beri Peringatan! Yang Tidak Bisa Kerja Cepat Akan 'Ditinggalkan di Pinggir Jalan'

📅 Minggu, 29 Jun 2025, 16:20 WIB | Oleh:
Prabowo Beri Peringatan! Yang Tidak Bisa Kerja Cepat Akan 'Ditinggalkan di Pinggir Jalan' Doc: Antara Foto

Karawang, Jawa Barat - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi atas kinerja cepat dan baik kabinet, sekaligus memberikan pesan tegas: siapa pun yang tidak mampu mengikuti ritme percepatan, akan “ditinggalkan di pinggir jalan”.


Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan pada peresmian peletakan batu pertama proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM IBC CBL di Artha Industrial Hills, Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6).

"Saya ucapkan terima kasih kepada tim saya, kabinet saya semuanya bekerja cepat dan baik. Yang tidak bisa ikut cepat, kita tinggalkan di pinggir jalan saja," ujar Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa percepatan adalah kunci, khususnya dalam program hilirisasi. Proyek ini menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam membangun kemitraan strategis, terutama dengan mitra dari China, serta langkah signifikan dalam pengembangan energi terbarukan dan ramah lingkungan.

Tak hanya itu, Prabowo juga menekankan pentingnya kerja sama global, "Indonesia selalu memilih kerja sama, kolaborasi, jalan tengah, persahabatan di atas permusuhan. ‘Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak.’ Ini filosofi Tiongkok yang saya adopsi."

Turut hadir dalam acara peluncuran ini Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri BUMN Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Perumahan Maruarar Sirait, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dan Duta Besar China Wang Lutong. Proyek ini merupakan kolaborasi ANTAM, IBC, dan konsorsium CATL Brunp Lygend (CBL).

Dikembangkan dari hulu ke hilir, proyek ini mencakup enam subproyek: lima di Halmahera Timur dan satu di Karawang. Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional, investasi totalnya mencapai US $5,9 miliar (sekitar Rp95 triliun), mencakup area seluas 3.023 hektare dan diperkirakan akan menyerap hingga 8.000 tenaga kerja. Juga akan dibangun 18 infrastruktur pendukung, termasuk dermaga multifungsi.

Untuk menjaga kelestarian lingkungan, proyek ini akan memadukan sumber energi: PLTU 2×150 MW, PLTG 80 MW, pembangkit dari limbah panas 30 MW, serta tenaga surya 172 MWp, termasuk 24 MWp di fasilitas Karawang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

23 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

33 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.