Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jakarta Fair 2025: Kemeriahan Masa Kini dan Sejarah Panjang Perayaan Ibu Kota

📅 Kamis, 26 Jun 2025, 18:30 WIB | Oleh:
Jakarta Fair 2025: Kemeriahan Masa Kini dan Sejarah Panjang Perayaan Ibu Kota Doc: Koran Jakarta / Paundra Zakirulloh

JAKARTA - Jakarta Fair 2025 atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) kembali digelar sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-498 Kota Jakarta. Event tahunan ini berlangsung dari 19 Juni hingga 13 Juli 2025 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Utara. Selain menjadi ajang hiburan dan belanja, PRJ juga mencerminkan perjalanan panjang sejarah dan transformasi ibu kota dari masa ke masa.

PRJ bukan hanya sekadar festival modern. Di balik kemeriahan tenant, konser, dan promosi dagang, acara ini memiliki akar sejarah panjang yang dimulai sejak masa kolonial. Tradisi pasar malam yang menjadi cikal bakal PRJ pertama kali diadakan pada 31 Agustus 1898 di wilayah Gambir, untuk merayakan ulang tahun dan penobatan Ratu Wilhelmina dari Belanda. Pasar malam tersebut menjadi hiburan utama warga Batavia dengan menampilkan kesenian, kuliner lokal, dan produk-produk niaga.

Hingga 1936, pasar malam Gambir berhasil menarik ratusan ribu pengunjung setiap tahunnya. Namun, penyelenggaraannya terhenti pada masa pendudukan Jepang tahun 1942. Setelah Indonesia merdeka, pasar malam kembali marak digelar, dan pada era 1960-an muncul gagasan untuk menyatukan semua kegiatan tersebut ke dalam satu perayaan besar.

Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin, mencetuskan ide penyelenggaraan festival terpusat guna mendukung industri nasional dan menampilkan kekayaan budaya lokal. Gagasan ini kemudian direalisasikan oleh Haji Syamsudin Mangan dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin), yang dipercaya menyusun panitia pelaksana. Pada 1968, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan Djakarta Fair sebagai agenda resmi ulang tahun Jakarta melalui Peraturan Daerah No. 8 Tahun 1968.

Djakarta Fair pertama kali digelar pada 5 Juni hingga 20 Juli 1968 di kawasan Monas dan diresmikan langsung oleh Presiden Soeharto lewat pelepasan burung merpati. Pameran tersebut berhasil menarik lebih dari 1,4 juta pengunjung. Bahkan, pada tahun berikutnya, durasi penyelenggaraan diperpanjang hingga 71 hari. Popularitasnya pun meluas ke mancanegara, terbukti dengan kunjungan Presiden AS Richard Nixon ke acara tersebut pada 1967.

Pengelolaan Djakarta Fair kemudian diserahkan kepada Yayasan Penyelenggara Pameran dan Pekan Raya Jakarta. Nama Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair mulai digunakan secara resmi dan terus dikenal hingga saat ini. Seiring meningkatnya antusiasme masyarakat, lokasi penyelenggaraan di Monas dianggap sudah tidak memadai.

Pada 1992, Jakarta Fair dipindahkan ke JIExpo Kemayoran yang memiliki luas area hingga 44 hektare. Perpindahan ini tidak hanya menyelesaikan masalah kapasitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan acara ke skala internasional. Nama Jakarta Fair Kemayoran (JFK) mulai dikenal, dengan ribuan peserta dan jutaan pengunjung tiap tahun.

Jakarta Fair kini tidak hanya diisi oleh perusahaan besar nasional dan internasional, tapi juga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pengunjung bisa menemukan beragam produk di satu tempat, mulai dari otomotif, elektronik, fesyen, kecantikan, kuliner, hingga perlengkapan rumah tangga. PRJ telah menjadi simbol modernisasi dan keberagaman Jakarta, sekaligus mempertahankan tradisi panjang yang menjadi bagian dari identitas ibu kota.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

40 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.