Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Okinawa Gelar Peringatan 80 Tahun Pertempuran Perang Dunia II

📅 Rabu, 25 Jun 2025, 23:07 WIB | Oleh:
Warga Okinawa Gelar Peringatan 80 Tahun Pertempuran Perang Dunia II Doc: Antara/Xinhua
Ket. Warga Jepang berkumpul di Okinawa untuk mengenang para korban Perang Dunia II dan menyuarakan penolakan terhadap meningkatnya anggaran pertahanan dan kehadiran militer di wilayah tersebut.

JAKARTA - "Anggaran seharusnya dibelanjakan untuk beras, bukan rudal," kata Kunio Aragaki, seorang warga Okinawa, kepada Xinhua dalam rangka peringatan 80 tahun berakhirnya Pertempuran Okinawa.

Warga Jepang berkumpul di Okinawa untuk mengenang para korban Perang Dunia II sekaligus menyuarakan penolakan terhadap meningkatnya anggaran pertahanan dan kehadiran militer di wilayah tersebut.

Delapan dekade setelah pertempuran yang menewaskan sekitar seperempat populasi Okinawa, wilayah paling selatan Jepang ini masih memikul beban berat sebagai lokasi pangkalan militer Amerika Serikat, sekaligus menjadi garda depan dalam kebijakan pertahanan nasional Jepang yang semakin agresif.

Selama serangkaian acara peringatan yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir, masyarakat mendesak pemerintah Jepang agar merefleksikan kebijakan keamanannya serta tidak mengulangi kesalahan masa lalu yang menjerumuskan negara dalam peperangan.

Puncak peringatan digelar pada Senin (23/6) di Taman Peringatan Perdamaian di Mabuni, Kota Itoman. Ratusan pengunjung dari seluruh penjuru Jepang berkumpul di depan monumen batu yang terukir nama-nama para korban, untuk berdoa dan mengenang mereka yang gugur dalam Pertempuran Okinawa.

Chihiro Yoshinaga, seorang warga Okinawa, datang bersama putranya untuk mengenang kakek buyutnya yang merupakan seorang guru sekolah dan menjadi korban pertempuran.
“Saya ingin anak saya tahu betapa mengerikannya perang. Yang paling penting adalah tidak pernah melupakan apa yang telah terjadi,” ujarnya kepada wartawan.

Dalam upacara malam sebelumnya, Tomoko Nishizaki dari Prefektur Okayama mengenang ayah mertuanya yang tewas dalam pertempuran. “Selama puluhan tahun kami selalu datang ke sini. Saya sungguh berharap kedamaian bisa benar-benar terwujud,” tuturnya. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.