Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mempersiapkan 20 Hektare untuk Pembangunan SMA Garuda di Manokwari

📅 Rabu, 25 Jun 2025, 22:55 WIB | Oleh:
Mempersiapkan 20 Hektare untuk Pembangunan SMA Garuda di Manokwari Doc: Antara
Ket. Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan saat diwawancara awak media di Manokwari.

Manokwari - Pemerintah Provinsi Papua Barat menyiapkan lahan seluas 20 hektare untuk pembangunan SMA Unggulan Garuda berlokasi di Kampung Dindey, Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan di Manokwari, Rabu, mengatakan pemerintah provinsi diberi tanggung jawab menyediakan lahan pendirian sekolah dimaksud minimal 20 hektare.

"Sesuai ketentuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, lahannya minimal 20 hektare. Kami sudah siap lahannya," kata Dominggus.

Pemerintah provinsi, kata dia, sementara merealisasikan pembayaran hak ulayat, surat pelepasan adat, dan sertifikat tanah yang nantinya digunakan untuk pembangunan SMA Unggulan Garuda.

Dokumen legalitas lahan tersebut nantinya akan dikirim kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah guna menindaklanjuti pembangunan sarana prasarana sekolah unggulan di Manokwari.

"SMA Garuda dibangun di setiap provinsi, dan setiap provinsi berlomba memenuhi semua persyaratan," ujarnya.

Menurut Dominggus, SMA Unggulan Garuda dirancang sebagai model pendidikan berasrama yang mengusung kurikulum nasional dengan penguatan standar pendidikan berkualitas global.

Program ini merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

"1 Juli besok, saya ke Jakarta sampaikan kesiapan Papua Barat ke Kemendiktisaintek (Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi)," kata Dominggus.

Selain itu, kata dia, pemerintah provinsi juga terus berkoordinasi dengan tujuh pemerintah kabupaten se-Papua Barat terkait kesiapan penyediaan lahan pembangunan Sekolah Rakyat.

Sekolah Rakyat merupakan inovasi sosial memutus transmisi kemiskinan turun-temurun. Banyak keluarga miskin tetap berada dalam siklus kemiskinan karena minimnya akses terhadap pendidikan dan keterampilan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.