Duel Panas Marquez-Bagnaia Berlanjut ke MotoGP Belanda
📅 Rabu, 25 Jun 2025, 01:30 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: ist
AMSTERDAM - Sirkuit Assen, Belanda, akhir pekan ini kembali akan menjadi panggung duel sengit dalam seri ke-10 MotoGP 2025. Sorotan utama tertuju pada Marc Marquez, pembalap Ducati yang tampil dominan di paruh pertama musim ini dengan torehan tujuh kemenangan dari sembilan seri.
Namun, tantangan besar menanti. Assen dikenal sebagai lintasan favorit Francesco Bagnaia, rekan setim Marquez sekaligus juara bertahan tiga musim beruntun di MotoGP Belanda. Bagnaia bahkan menyapu bersih kemenangan Sprint dan main race di Assen tahun lalu. Tapi catatan Bagnaia mulai menurun musim ini.
Catatan sempurna Bagnaia di Jerez kandas usai Alex Marquez dari Gresini Racing menang di MotoGP Spanyol. Sementara itu, di Mugello, dominasi Bagnaia selama tiga tahun diputus langsung oleh Marc Marquez. Kini giliran Assen yang akan menjadi ajang pembuktian siapa penguasa sejati musim ini.
Pekan depan akan menghadapi ‘sirkuit Pecco’ lagi. “Tahun lalu saya tertinggal 23 detik darinya di sini, tapi sekarang jauh lebih kompetitif,” ujar Marquez. Musim lalu, Marquez finis ke-10 di Assen, terpaut 23,868 detik dari Bagnaia.
Sang rival bahkan unggul 3,676 detik dari Jorge Martin di posisi kedua. Namun, kali ini situasi berbeda. Bagnaia sendiri mulai ragu. Dia mengakui, Assen menuntut performa optimal dari bagian depan motor, sektor yang tengah menjadi kelemahannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kalau motor saya terasa seperti di Mugello, harus berjuang keras. Assen mengandalkan sensasi dari bagian depan dan stabilitas. Itu jadi tantangan berat,” ucap Bagnaia. Di tengah persaingan di lintasan, panggung MotoGP juga berguncang di balik layar.
Akuisisi MotoGP oleh Liberty Media, grup asal Amerika Serikat yang juga membawahi Formula One (F1), akhirnya mendapat persetujuan tanpa syarat dari Komisi Eropa, Selasa. Kesepakatan senilai 4,3 miliar euro (82,2 triliun rupiah) ini diperkirakan rampung pada tanggal 3 Juli 2025.
Liberty akan menguasai 84 persen saham MotoGP. Sedangkan Dorna Sports mempertahankan 16 persen. Akuisisi ini sempat diperiksa oleh Komisi Eropa karena kekhawatiran potensi monopoli hak siar, tetapi penyelidikan menyimpulkan bahwa Liberty dan Dorna bukanlah pesaing langsung di pasar lisensi olahraga.
Sebaiknya Anda baca juga:
Liberty sebelumnya sukses mentransformasi F1 lewat strategi ekspansi global, utamanya di Amerika Serikat, berkat serial Netflix Drive to Survive yang menjaring penonton muda dan kalangan perempuan. Mereka kini siap menerapkan hal serupa di MotoGP.
“MotoGP adalah aset olahraga premium dengan potensi pertumbuhan besar. Kami antusias memperluas jangkauan olahraga ini,” ujar Derek Chang, Presiden dan CEO Liberty Media.
CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta, akan tetap memimpin bersama timnya. “Liberty adalah mitra terbaik bagi olahraga ini. Bersama kami akan menciptakan nilai lebih bagi penggemar, mitra, dan seluruh komunitas MotoGP,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!