Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Sebut Gempa 5,1 di Sulut Dipicu Patahan Subduksi Karakelong

📅 Rabu, 25 Jun 2025, 08:05 WIB | Oleh:
BMKG Sebut Gempa 5,1 di Sulut Dipicu Patahan Subduksi Karakelong Doc: antara foto
Ket. Gempa bumi bermagnitudo 5,1 yang mengguncang wilayah utara Pulau Karakelong, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.

JAKARTA - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan gempa bumi bermagnitudo 5,1 yang mengguncang wilayah utara Pulau Karakelong, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, dipicu oleh aktivitas patahan normal akibat proses tarikan pada zona subduksi di sekitar wilayah tersebut.

“Gempa ini bersumber dari patahan normal berarah timur laut–barat daya yang terjadi di daratan Pulau Karakelong,” kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid di Jakarta, Rabu (25/6).

Pusat gempa bumi berkekuatan menengah itu terdeteksi berada pada kedalaman 28 kilometer pada koordinat 4,45 derajat Lintang Utara (LU) dan 126,73 derajat Bujur Timur (BT) di bagian utara Pulau Karakelong, Kepulauan Talaud, Selasa (24/6) malam.

Menurut Wafid, pelepasan energi seismik terjadi akibat mekanisme pemekaran kerak bumi yang ditarik ke dua arah, yakni ke barat menuju Kepulauan Sangihe dan ke timur menuju Pulau Halmahera.

"Proses tersebut menyebabkan terjadinya gaya regangan yang membentuk sesar normal," ungkapnya.

Badan Geologi mencatat bahwa pusat gempa berada di daratan Pulau Karakelong yang secara morfologi didominasi pegunungan, perbukitan, dan dataran bergelombang.

Wilayah ini tersusun atas batuan berumur Pratersier hingga Kuarter, termasuk batuan ultramafik, sedimen vulkaniklastik, batugamping, serta endapan aluvial dan pantai.

“Litologi dan jenis tanah di lokasi gempa sangat beragam, yang turut mempengaruhi tingkat guncangan,” kata dia.

Pulau Karakelong diklasifikasikan memiliki Kelas Tanah C (batuan lunak/tanah sangat padat) dan D (tanah sedang), sementara pulau-pulau di sekitarnya termasuk hingga Kelas Tanah E (tanah lunak) yang lebih rentan terhadap guncangan.

Meskipun belum ada laporan kerusakan atau korban jiwa, Badan Geologi menegaskan bahwa Pulau Karakelong tergolong dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah hingga tinggi. Oleh karena itu masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti panduan mitigasi gempa dari pemerintah.

“Penting untuk memeriksa kondisi bangunan secara mandiri, menjauhi area tebing, dan memastikan bangunan mengikuti kaidah konstruksi tahan gempa,” kata Wafid menegaskan.

Badan Geologi menambahkan gempa ini tidak diperkirakan menimbulkan bahaya ikutan seperti retakan tanah, likuefaksi, penurunan lahan, maupun longsoran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.