Pemkab Natuna Perkuat Edukasi Tumbuh Kembang Anak di Setiap Posyandu
📅 Selasa, 24 Jun 2025, 17:02 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Muhamad Nurman
NATUNA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), terus memperkuat edukasi orang tua terkait pentingnya pertumbuhan dan perkembangan anak, dengan mengerahkan tenaga kesehatan di setiap jadwal layanan posyandu.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah saat dikonfirmasi dari Natuna, Selasa, mengatakan kegiatan terbaru dilakukan pada Selasa pagi di Kecamatan Bunguran Timur.
Edukasi diberikan setelah rangkaian pemeriksaan di posyandu selesai, seperti penimbangan berat badan, pengukuran lingkar kepala, dan tinggi badan anak.
Kegiatan ini dinilai efektif karena orang tua dapat bertanya langsung kepada petugas, sementara tenaga kesehatan juga dapat mendeteksi potensi masalah tumbuh kembang berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan.
Upaya ini dilakukan agar para orang tua dapat memberikan dukungan yang tepat sesuai tahap tumbuh kembang anak, serta mampu mengidentifikasi dan mengatasi masalah sejak dini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu edukasi ini bertujuan membantu orang tua menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh, baik secara fisik, kognitif, sosial, maupun emosional.
"Setiap jadwal buka posyandu ada petugas kesehatan yg memberikan edukasi tentang kesehatan," ucap dia.
Menurut Hikmat, membawa anak ke posyandu penting dilakukan karena jika ditemukan gejala stunting, pemerintah dapat segera memberikan penanganan lanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk menekan angka stunting pada 2025, kata dia, Pemkab Natuna telah mengambil sejumlah langkah strategis, antara lain pemberian tablet tambah darah kepada ibu hamil dan remaja putri, layanan pemeriksaan kesehatan gratis untuk ibu hamil di puskesmas, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan anak kurang gizi, serta pembiayaan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Selain, kata dia, Pemkab Nantuna melakukan pembangunan rumah layak huni, penyediaan sanitasi yang baik, pengentasan kawasan kumuh, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya tumbuh kembang anak demi masa depan yang lebih baik.
Pada tahun 2024 tercatat tidak kurang dari 500 anak dari total 4.944 yang ditimbang mengalami stunting.
"Jika dibandingkan data kunjungan posyandu pada Mei 2024, kunjungan 2025 meningkat sedikit, dari 59,48 persen pada 2024, naik menjadi 61,25 persen 2025," ucap dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!