Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Produksi Ikan Lebak Naik Kelas, Pasar Global Terbuka

📅 Minggu, 03 Mei 2026, 23:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Produksi Ikan Lebak Naik Kelas, Pasar Global Terbuka Doc: ANTARA FOTO/ Budi Candra Setya
Ket. Ilustrasi - Nelayan membongkar ikan hasil tangkapan dari perahunya.

LEBAK – Mengoptimalkan produksi ikan tangkap untuk ekspor menuntut perbaikan menyeluruh dari hulu ke hilir, mulai dari efisiensi armada, kualitas penanganan hasil tangkapan, hingga kepatuhan terhadap standar internasional.

Tanpa penguatan rantai dingin, sertifikasi, dan akses pasar, potensi ekspor sulit dimaksimalkan meski volume tangkapan tinggi.

Di sisi lain, strategi ini juga harus diimbangi dengan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan agar peningkatan produksi tidak mengorbankan stok ikan di masa depan.

Produksi ikan tangkap nelayan pesisir selatan Kabupaten Lebak, Provinsi Banten menembus pasar ekspor karena masuk kategori terbaik di Indonesia.

Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Rizal Ardiansyah di Lebak, Minggu (3/5), mengatakan jenis ikan yang menembus pasar ekspor itu kebanyakan jenis ikan pelagis besar di antaranya ikan tuna, cakalang, layur, tenggiri, marlin, dan wahoo dengan harga bervariasi berkisar Rp30 ribu sampai Rp95 ribu per kilogram.

Untuk ikan pelagis besar, kata dia, ekspor ke luar negeri melalui perusahaan dari Jakarta.

Populasi ikan pelagis besar itu habitatnya di perairan Samudera Hindia laut dalam, sehingga memiliki kualitas terbaik.

"Kita memiliki potensi besar tangkapan jenis ikan pelagis di perairan Samudera Hindia, namun setahun terkadang beberapa bulan nelayan tidak melaut akibat dilanda cuaca buruk dan berbeda dengan perairan Banten bagian utara," kata Rizal.

Menurut dia, pihaknya memastikan perputaran uang dari hasil tangkapan nelayan berdasarkan laporan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) mencapai Rp5 miliar per bulan dan terbesar dari ikan pelagis.

Saat ini, jumlah nelayan aktif di pesisir selatan Lebak tercatat 4.462 nelayan dengan ditopang 216 unit kapal berukuran 11-20 GT tersebar di 11 TPI dengan produksi tangkapan sekitar 7.000 ton per tahun.

Populasi kelompok ikan pelagis beraktivitas secara bergerombol dan melakukan migrasi.

Oleh karena itu, ikan dalam kelompok pelagis mengandung minyak hingga 30 persen di jaringan tubuh mereka dan dalam rongga perut.

Ikan-ikan pelagis yang banyak mengandung minyak dan memiliki kandungan protein cukup besar.

"Kami minta nelayan terus tingkatkan produksi tangkapan ikan pelagis guna meningkatkan kesejahteraan nelayan," katanya menjelaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Ilmuwan Ungkap Gletser Swis...
Nasional
BMKG Prediksi Musim Hujan 2...
Advertisement
Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

Rocky Gerung Ungkap Tugas Wantimpres: Harus Kritis terhadap Kebijakan Presiden Prabowo

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.