Sabung Ayam Akan Dilegalkan di Bali. Serius Ni? Usul Datang dari DPRD
📅 Senin, 23 Jun 2025, 13:31 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
DENPASAR – Memang masih pro kontra keberadaan sabung ayam. Di sejumlah daerah ada yang “mendarah daging” seperti di Bali. Maka, Wakil Ketua DPRD Bali I Wayan Disel Astawa menyatakan setuju dan respons positif dengan pendapat sejumlah anggota dewan setempat yang mengusulkan agar tajen atau sabung ayam dilegalkan.
Menurutnya, sabung ayam justru mendatangkan manfaat ekonomi bagi Bali. “Manfaatnya lebih besar untuk pembangunan Bali. Seperti Jakarta, dulu tidak ada jalan tol. Dengan adanya kasino dibuka, ada perbaikan sana sini dalam pembangunan,” jelas I Wayan usai Sidang Paripurna DPRD Bali di Denpasar, Senin.
Menurutnya, Bali ingin merasakan dampak pembangunan yang sama seperti Jakarta, dengan memanfaatkan tajen. “Terkait tajen, melihat situasi seperti ini kita kembali pada zamannya Gubernur Jakarta Ali Sadikin. Mereka berani membangun kasino. Kenapa Bali tidak. Ada seperti ini lokal jenius kita atraksi budaya,” ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Bali itu mengaitkan usulan sabung ayam secara legal dengan kasus kerusuhan yang merenggut nyawa di arena sabung ayam di Desa Songan A, Kintamani, Bangli, pada Sabtu (14/6) lalu. Menurut dia, dengan dilegalkan sabung ayam maka akan mengurangi potensi kriminalitas, namun saat ini usulan tersebut masih dikaji.
“Menurut saya itu wajar. Jadi usulan kita bersama daripada seperti sekarang tidak dilegalkan, tapi sabung ayam ada. Kalau kita legalkan akan mengurangi dampak kriminalisasi yang terjadi,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Disinggung soal sabung ayam yang selama ini dijalankan masyarakat dengan konsep taruhan uang, Astawa menggatakan akan izin terlebih dahulu kepada pemerintah pusat dan memastikan apakah ada aturan yang membatasi.
“Ya kita kan izin ke pusat juga karena di sana ada KUHP, apa benar tidak, kita buka dan bedah,” ucapnya. Sebelumnya, sejumlah anggota DPRD Bali melontarkan pendapat yang sama untuk mengatur tajen dengan cara dilegalkan sebagai atraksi wisata budaya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!